<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Ntan&#039;s Sketch Room</title>
	<atom:link href="http://ntann.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ntann.wordpress.com</link>
	<description>Read.Think.Action.</description>
	<lastBuildDate>Mon, 23 Jan 2012 02:00:46 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='ntann.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Ntan&#039;s Sketch Room</title>
		<link>http://ntann.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://ntann.wordpress.com/osd.xml" title="Ntan&#039;s Sketch Room" />
	<atom:link rel='hub' href='http://ntann.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>PROGRAM CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) BANK INDONESIA &amp; ANALISISNYA</title>
		<link>http://ntann.wordpress.com/2012/01/20/program-corporate-social-responsibility-csr-bank-indonesia-analisisnya/</link>
		<comments>http://ntann.wordpress.com/2012/01/20/program-corporate-social-responsibility-csr-bank-indonesia-analisisnya/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Jan 2012 13:07:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ntann</dc:creator>
				<category><![CDATA[Campus Life!]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ntann.wordpress.com/?p=848</guid>
		<description><![CDATA[Gubernur Bank Indonesia dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan menyerahkan alat bantu ajar dan media ekstrakurikuler dalam rangka mendukung pelaksanaan integrasi edukasi keuangan kedalam kurikulum mata pelajaran IPS untuk SD dan SMP. Bank Indonesia bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan didukung oleh Universitas Pendidikan Indonesia – Bandung telah melakukan integrasi kurikulum yang sudah diterapkan untuk 6 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ntann.wordpress.com&amp;blog=4264876&amp;post=848&amp;subd=ntann&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><span id="more-848"></span>Gubernur Bank Indonesia dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan menyerahkan alat bantu ajar dan media ekstrakurikuler dalam rangka mendukung pelaksanaan integrasi edukasi keuangan kedalam kurikulum mata pelajaran IPS untuk SD dan SMP. Bank Indonesia bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan didukung oleh Universitas Pendidikan Indonesia – Bandung telah melakukan integrasi kurikulum yang sudah diterapkan untuk 6 (enam) daerah pilot project yaitu di Makasar, Banjarmasin, Medan, Bandung, Semarang dan Surabaya. “Bank Indonesia berharap dengan tersedianya alat bantu ajar dan media ekstrakurikuler maka pengenalan mengenai edukasi keuangan dan perbankan dapat diterima anak didik dengan rasa senang dan menumbuhkan kreativitas ke depan,” demikian harapan Darmin Nasution ketika berdialog dari 250 orang guru, kepala sekolah dan dinas pendidikan daerah dari keenam daerah tersebut.</p>
<p align="justify">Oleh karena itu ketika melakukan desain alat bantu ajar yang berupa penjelasan mengenai uang, bilyet, formulir bank, buku saku dan lembar kerja siswa, Bank Indonesia bekerjasama dengan Rumah Cerdas Kak Seto dan Kelompok Kerja Edukasi Masyarakat Bidang Perbankan. Dalam kesempatan ini Bank Indonesia juga menyelenggarakan pelatihan kepada guru untuk materi edukasi perbankan, perencanaan keuangan dan keterampilan mengajar pada tanggal 28-29 Desember 2011.</p>
<p align="justify">Pelaksanaan edukasi di bidang perbankan ini merupakan bagian upaya Bank Indonesia dalam meningkatkan perlindungan nasabah yang merupakan bagian dari Pilar 6 Arsitektur Perbankan Indonesia. Salah satu bentuk program edukasi keuangan dimaksud adalah menumbuhkan budaya menabung sedari usia dini. Dengan memberikan pengetahuan akan keuangan umumnya dan menabung khususnya sedari dini dan berkelanjutan, diharapkan dapat meningkatkan tingkat literacy masyarakat dalam jangka menengah dan panjang.</p>
<p align="justify">Bank Indonesia meminta kepada perbankan menggunakan dana CSR untuk memiliki program khusus pelaksanaan edukasi keuangan kepada siswa sekolah sehingga ke depan mereka akan lebih mengetahui manfaatnya, memahami risikonya dan memperhatikan biayanya ketika memanfaatkan produk perbankan.</p>
<p align="justify">Analisis :</p>
<p align="justify"><em> ….dunia bisnis, selama setengah abad terakhir, telah menjelma menjadi institusi paling berkuasa diatas planet ini. Institusi yang dominan di masyarakat manapun harus mengambil tanggung jawab untuk kepentingan bersama….setiap keputusan yang dibuat, setiap tindakan yang diambil haruslah dilihat dalam kerangka tanggung jawab tersebut… &#8221; </em></p>
<p align="justify">Demikian ungkapan Dr. David C. korten penulis Buku laris berjudul When Corporations Rule the World. Apa yang ditandaskan Korten itu melukiskan betapa nyata tindakan yang diambil korporasi membawa dampak terhadap kualitas kehidupan manusia, terhadap individu, masyarakat dan seluruh kehidupan di Bumi ini. Fenomena ini kemudian bisa menjadikan wacana dan warna tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Renspobility (CSR).</p>
<p align="justify">Mengikuti langkah serupa, bertambah hari kian terasa tanggung jawab sosial yang harus diemban BI yang tidak hanya memiliki tanggung jawab ekonomi moneter dan legal. Di luar itu ada tanggung jawab etis, sosial dan tanggung jawab discretionary yaitu tanggung jawab yang semestinya tidak harus dilakukan tapi dilakukan atas kemauan sendiri.</p>
<p align="justify">Sesuai Undang-Undang Bank Indonesia No. 23 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang No. 3 Tahun 2004, sebagai bank sentral BI diwajibkan untuk dapat mencapai dan memelihara kestabilan nilai tukar rupiah. Untuk mencapai tujuan tersebut, terdapat tiga pilar utama yang menjadi tugas BI yaitu menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter; mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran; dan mengatur dan mengawasai bank. Selain dituntut untuk dapat melaksanakan tugas-tugas utamanya tersebut, BI juga diminta untuk tetap memiliki kepedulian terhadap lingkungan (komunitas) sebagai wujud <em>corporate social responsibility</em>-nya.</p>
<p align="justify">Kepedulian kepada masyarakat sekitar/relasi komunitas dapat diartikan sangat luas, namun secara singkat dapat dimengerti sebagai peningkatan partisipasi dan posisi organisasi di dalam sebuah komunitas melalui berbagai upaya kemaslahatan bersama bagi organisasi dan komunitas.</p>
<p align="justify">Kesadaran tentang pentingnya mempraktikan CSR ini menjadi trend global seiring dengan semakin maraknya kepedulian mengutamakan <em>stakeholders</em>. CSR BI ini selain wujud penerapan prinsip <em>Good Corporate Governance </em>juga terkait untuk mendukung pencapaian tujuan <em>Millenium Goals Development</em>, salah satu diantaranya pengurangan angka kemiskinan menjadi setengah pada tahun 2015 dari sekitar 1,3 miliar sekarang ini melalui CSR dengan konsentrasi UMKM, peningkatan taraf pendidikan masyarakat melaui CSR dengan konsentrasi edukasi dan pelestarian kuantitas dan kualitas lingkungan melalui CSR dengan konsentrasi lingkungan.  CSR BI merupakan tanggung jawab Bank Indonesia untuk menyesuaikan diri terhadap kebutuhan dan harapan <em>stakeholders</em> sehubungan dengan isu-isu etika, sosial, pendidikan dan lingkungan disamping ekonomi.</p>
<p align="justify">Sumber : http://www.bi.go.id</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ntann.wordpress.com/848/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ntann.wordpress.com/848/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ntann.wordpress.com/848/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ntann.wordpress.com/848/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ntann.wordpress.com/848/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ntann.wordpress.com/848/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ntann.wordpress.com/848/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ntann.wordpress.com/848/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ntann.wordpress.com/848/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ntann.wordpress.com/848/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ntann.wordpress.com/848/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ntann.wordpress.com/848/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ntann.wordpress.com/848/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ntann.wordpress.com/848/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ntann.wordpress.com&amp;blog=4264876&amp;post=848&amp;subd=ntann&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ntann.wordpress.com/2012/01/20/program-corporate-social-responsibility-csr-bank-indonesia-analisisnya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c4c0ccf8f2eb685136c20202d515a8d2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ntann</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Believe it or not : Menunggu di Bandara mempertajam intuisi</title>
		<link>http://ntann.wordpress.com/2011/12/07/believe-it-or-not-menunggu-di-bandara-mempertajam-intuisi/</link>
		<comments>http://ntann.wordpress.com/2011/12/07/believe-it-or-not-menunggu-di-bandara-mempertajam-intuisi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Dec 2011 22:55:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ntann</dc:creator>
				<category><![CDATA[Just Talk Around]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ntann.wordpress.com/?p=837</guid>
		<description><![CDATA[Jam tangan menunjukan pukul setengah 12 malam. tapi menunggu di airport tak pernah semenarik ini. Sejak saya berpikir untuk mengasah kemampuan analisa dan ketajam indera keenam. Agak berlebihan, dan kurang kerjaan memang. Tapi disaat cemilan habis, majalah sudah dibaca semua dan semua batre gadget merengek ingin tidur di tengah malam seperti ini, hanya mata dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ntann.wordpress.com&amp;blog=4264876&amp;post=837&amp;subd=ntann&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_839" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://ntann.files.wordpress.com/2011/12/b154lah.jpg"><img class="size-medium wp-image-839" title="b154lah" src="http://ntann.files.wordpress.com/2011/12/b154lah.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Bisa nyetir gak sih ? ya B 154 LAH !</p></div>
<p>Jam tangan menunjukan pukul setengah 12 malam.</p>
<p>tapi menunggu di airport tak pernah semenarik ini. Sejak saya berpikir untuk mengasah kemampuan analisa dan ketajam indera keenam.</p>
<p>Agak berlebihan, dan kurang kerjaan memang. Tapi disaat cemilan habis, majalah sudah dibaca semua dan semua batre gadget merengek ingin tidur di tengah malam seperti ini, hanya mata dan otak yang masih setia menemani.</p>
<p>Lupakan tentang jam berapa kerabat anda datang, soal keterlambatan pesawat dan seabrek kejadian tak terduga yang biasa terjadi di negeri &#8216;serba terlambat&#8217; ini.</p>
<p><strong>Just look around YOU.</strong></p>
<p>seperti kata turis asing, orang indonesia luar biasa ramahnya. baru menginjakan kaki di luar bandara, belasan lelaki dengan rokok mengepulkan asap di selipan bibir mereka, akan berebut membawakan tas, menawarkan untuk naik ke mobil carteran, atau mobil-mobil apalah.</p>
<p>sementara taksi dan bis damri menunggu rejeki mereka dengan sabar.</p>
<p>sepertinya belum pernah lihat supir taksi yang ikutan promo seperti :</p>
<p>&#8220;Mari kakak, taksinya dicoba dulu&#8230;&#8221;</p>
<p>atau,</p>
<p>&#8220;taksi Gamya-nya paak&#8230;borobudur taksi-nya ibu&#8230;! tarif lamaaa!&#8221;</p>
<p>back to reality.</p>
<p>Rata-rata supir-supir mobil carteran ini duduk bergerombol. Dan saya perhatikan, sepertinya yang mereka incar adalah pribumi, orang-orang timur tengah, dan arab. Soalnya, seorang bule wanita mendorong trolly-nya seorang diri, bisa dengan santainya berjalan di tengah lorong, menunggu taksi. Tak seorang abang supir pun yang menyerbu.</p>
<p>Apakah bule tersebut mempunyai kekuatan magis sehingga bisa lolos dari jeratan supir mobil?</p>
<p>Atau abang-abang supir malas mengeluarkan kemampuan berbahasa inggrisnya yang lumayan? (lumayan sedikit, cuma bisa <strong>yes</strong> dan <strong>no</strong>.)</p>
<p>Ah, bukan urusan saya.</p>
<p>Bosan mengamati tingkah supir-supir yang sibuk mengobrol dengan bahasa daerah masing-masing, mari lanjutkan ke-kurang-kerjaan ini.</p>
<p>mari amati mesin minuman otomatis yang merupakan barang langka di jakarta. biasanya cuma ada di spot-spot tertentu, macam di bandara dan halte transjakarta. Tapi yang di halte trans agak merepotkan yah, kita harus menukar uang dengan kupon/kartu pada mbak2 yang jaga, kemudian baru masukin kartunya ke dalam mesin dan pilih apa yang mau dibeli.</p>
<p>Kalo indonesia memang belum siap untuk mesin-mesin otomatis yang menuntut kejujuran seperti ini, lupakan saja.</p>
<p>Menurut saya, tak ada yang lebih otomatis dan praktis selain pergi ke warung atau minimarket terdekat, menukarkan uang yang saya punya dengan sebotol minuman dingin. Mereka lebih rendah hati. Uang receh, uang lecek dan hampir sobek atau penuh bertuliskan nomor-nomor aneh, mereka mau menerima. Tak seperti mesin angkuh yang sombong ini.</p>
<p>Menolak receh, dan harganya bisa 3 kali lipat pula.</p>
<p>yayaya..Sebut saya orang yang tak menerima kemajuan teknologi. Never mind.</p>
<p>Dan mesin minuman itu masih berdiri manis, memandangi saya.</p>
<p>Ah. sudah jam 12 lewat. Penumpang sudah turun, tapi pasti masih berdiri berjejalan di depan &#8216;meja jalan&#8217; yang mengantarkan barang bawaan mereka. Girang bukan main saat melihat koper dengan seabrek pita terikat (biar gampang dikenali) meluncur lambat mendekati si empunya.Kalau saja koper-koper atau kardus-kardus itu bisa mengadu dan merengek, pasti mereka akan memeluk tuan mereka masing-masing :</p>
<p>&#8220;tuaaan&#8230;tuan harus tahu betapa sempitnya berjejalan di dalam sana! duduk disebelah sekardus terasi madiun. Amboiii&#8230;&#8221; keluh si koper baju berwarna coklat.</p>
<p>&#8220;Tuann&#8230;badanku remuk rasanya, sudah di X-Ray, di banting kesana kemari..cepat bawa aku pulang!&#8221; rengek si kardus kerupuk bangka.</p>
<p>Haha&#8230;lucu juga membayangkannya. Hmm tapi omong-omong soal kardus, disinilah saatnya mengasah intuisi indera keenam kita.</p>
<p>&#8220;Hmm&#8230;orang itu pasti baru pulang dari palembang!&#8221;</p>
<p>&#8220;kok tau?&#8221;</p>
<p>&#8220;Karena dia bawa kardus mpek-mpek pak raden!&#8221;</p>
<p>betul kan? hehe..nih, berikut adalah serangkaian hasil peramalan saya :</p>
<p><span style="color:#3366ff;"><em><strong>Ciri-ciri baru pulang dari bali :</strong></em></span></p>
<p><span style="color:#ff00ff;">kulit kecoklatan, pake kacamata gede,tanktop/kemeja pantai, hot pants,bawa kardus KRISNA &#8211; toko oleh-oleh terkenal di Bali atau JOGER &#8211; Kaos khas bali</span></p>
<p><em><strong><span style="color:#3366ff;">Ciri-ciri baru pulang dari medan :</span></strong></em></p>
<p><span style="color:#ff00ff;">Bawa bolu meranti dan paketan bika ambon. nyumm&#8230;</span></p>
<p><span style="color:#3366ff;"><em><strong>Ciri-ciri baru pulang dari jogja :</strong></em></span></p>
<p><span style="color:#ff00ff;">bawa-bawa sekardus bakpia dan besek gudeg (buat makan di mobil ceritanya).</span></p>
<p><span style="color:#3366ff;"><em><strong>Ciri-ciri baru pulang dari dinas (swasta) :</strong></em></span></p>
<p><span style="color:#ff00ff;">Pake batik, bawa tas ransel, tangan kanan bawa paper bag oleh-oleh, tangan kiri megang hp di kuping</span></p>
<p><span style="color:#3366ff;"><em><strong>Ciri-ciri baru pulang dari dinas (PNS) :</strong></em></span></p>
<p><span style="color:#ff00ff;">pake baju safari berkantung,tas pundak/tas jinjing emak2 , troli penuh dengan kardus oleh-oleh makanan, baju, dan mainan buat anak di rumah.</span></p>
<p><span style="color:#3366ff;"><em><strong>Ciri-ciri penumpang pesawat sadar fashion :</strong></em></span></p>
<p><span style="color:#ff00ff;">pake baju ala artis, high heels, selendang melambai-lambai, kacamata besar, dan berjalan membelah koridor bak peragawati, bunyinya tok..tok..tok.. menarik koper yang ada rodanya dan tangan kanannya megang gelas kopi mahal.</span></p>
<p><span style="color:#3366ff;"><em><strong>Ciri-ciri penumpang apa adanya :</strong></em></span></p>
<p><span style="color:#ff00ff;">Pake celana sedengkul, kaos belel, rambut acak-acakan. Berjalan sempoyongan karena jetlag dan kurang tidur sambil menarik koper, celingukan nyari jemputan. (rata-rata orang seperti ini sudah sangat sering naik pesawat, jadi santai aja. Ngapain ribet mikirin fashion, toh turun dari pesawat langsung masuk mobil)</span></p>
<p><span style="color:#3366ff;"><em><strong>Ciri-ciri orang yang jemput kerabat/keluarga :</strong></em></span></p>
<p><span style="color:#ff00ff;">-siang hari : yang dijemput satu orang, yang menjemput bisa sekeluarga besar. Biasanya anak-anak ngotot ingin ikut karena berharap bisa liat pesawat dan mengambil jatah oleh-oleh duluan. yah minimal bisa jajan donat lah di bandara&#8230;</span></p>
<p><span style="color:#ff00ff;">- malam hari : kadang polanya sama, sekeluarga besar ikut menjemput semua, tapi karena ini malam hari, kesadaran fashion menurun drastis. ibu-ibunya pakai daster setelan celana untuk tidur (atasnya pakai jaket), bapak-bapaknya pake kaos butut dan celana selutut (mungkin habis jemput, langsung cuci kaki-tangan dan tidur. :p) </span></p>
<p><span style="color:#ff00ff;">Ada juga yang agak normal, pake celana jins, jaket , sesekali melihat jam, bersandar di kursi dengan terkantuk-kantuk, mata jelalatan mencari hal-hal unik pengusir kantuk.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">ITU SAYA! <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ntann.wordpress.com/837/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ntann.wordpress.com/837/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ntann.wordpress.com/837/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ntann.wordpress.com/837/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ntann.wordpress.com/837/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ntann.wordpress.com/837/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ntann.wordpress.com/837/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ntann.wordpress.com/837/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ntann.wordpress.com/837/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ntann.wordpress.com/837/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ntann.wordpress.com/837/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ntann.wordpress.com/837/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ntann.wordpress.com/837/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ntann.wordpress.com/837/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ntann.wordpress.com&amp;blog=4264876&amp;post=837&amp;subd=ntann&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ntann.wordpress.com/2011/12/07/believe-it-or-not-menunggu-di-bandara-mempertajam-intuisi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c4c0ccf8f2eb685136c20202d515a8d2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ntann</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ntann.files.wordpress.com/2011/12/b154lah.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">b154lah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Believe it or not : Semudah itukah membuat buku?</title>
		<link>http://ntann.wordpress.com/2011/12/07/believe-it-or-not-semudah-itukah-membuat-buku/</link>
		<comments>http://ntann.wordpress.com/2011/12/07/believe-it-or-not-semudah-itukah-membuat-buku/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Dec 2011 13:53:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ntann</dc:creator>
				<category><![CDATA[Just Talk Around]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ntann.wordpress.com/?p=834</guid>
		<description><![CDATA[  101 cara menjadi kaya. 1000 tips mendapatkan jodoh yang baik. 55 hari menjadi pengusaha makmur. 80 cara menempuh kehidupan bahagia. 76 cara mengusir makhluk halus.50 cara menjalani hari tua yang sehat dan sejahtera. it&#8217;s like a bullshit, but if they have braveness to write this kind of book, isn &#8216;t that means they have [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ntann.wordpress.com&amp;blog=4264876&amp;post=834&amp;subd=ntann&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://ntann.files.wordpress.com/2011/12/presentation1.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-835" title="Presentation1" src="http://ntann.files.wordpress.com/2011/12/presentation1.jpg?w=225&#038;h=300" alt="" width="225" height="300" /></a>  101 cara menjadi kaya. 1000 tips mendapatkan jodoh yang baik. 55 hari menjadi pengusaha makmur. 80 cara menempuh kehidupan bahagia. 76 cara mengusir makhluk halus.50 cara menjalani hari tua yang sehat dan sejahtera.</p>
<p>it&#8217;s like a bullshit, but if they have braveness to write this kind of book, isn &#8216;t that means they have experience ?</p>
<p>sebelumnya saya minta maaf untuk buku yang telah saya jadikan sampel, karena menjadi sampel bukan berarti anda contoh yang buruk, (meskipun itu juga belum berarti menjadi contoh yang baik)</p>
<p>Entah genre apa untuk sebutan buku-buku diatas. saya menyebutnya sebagai buku tips-tips-an. Bagi yang hobi jalan-jalan ke toko buku, pasti pernah menemukan genre buku seperti ini. dari yang di toko buku ternama dengan harga yang lumayan (sebanding dengan buku best seller) sampai di kios loak dengan kondisi berdebu dan saat ditanya &#8220;ini berapaan bang?&#8221; jawab si penjual &#8220;se-ikhlasnya aja neng. panglaris.&#8221;</p>
<p>ironis.</p>
<p>Buku yang &#8216;penuh ilmu&#8217;, penuh tafsiran &#8216;unik, janggal,mistis&#8217; dengan judul menggoda untuk segera dibaca (tapi tak bisa karena kadang terbungkus plastik) adalah kunci besar dari pertanyaan besar : MENGAPA BUKU SEPERTI INI MASIH EKSIS DARI ZAMAN TELEPON BENANG SAMPAI FACEBOOK LAHIR KE DUNIA?</p>
<p>Selama masih ada yang mau berbagi &#8216;hal-hal yang tidak kita dapatkan di sekolah&#8217;.</p>
<p>selama masih ada penerbit yang tertarik.</p>
<p>selama masih ada masalah di kehidupan yang harus disembuhkan dengan &#8216;tips-tips-an&#8217;</p>
<p>selama masih ada yang peduli. (minimal, membaca judulnya. soal beli atau tidak, terserah.)</p>
<p>selama masih ada hal remeh-temeh yang bisa dituangkan menjadi buku.</p>
<p>selama masih ada rasa penasaran.</p>
<p>Buku ber-genre seperti ini tak akan goyah tertempa waktu, sekalipun orang-orang modern sudah sebodo amat dengan problema hidup mereka.</p>
<p>by the way, saya akan menulis buku dengan judul : 1 cara mengatasi gangguan asap rokok di mikrolet. Cara tersebut adalah : Jangan berpergian menggunakan mikrolet.</p>
<p>Tapi sesederhana itukah?</p>
<p>Well, believe it or not.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ntann.wordpress.com/834/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ntann.wordpress.com/834/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ntann.wordpress.com/834/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ntann.wordpress.com/834/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ntann.wordpress.com/834/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ntann.wordpress.com/834/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ntann.wordpress.com/834/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ntann.wordpress.com/834/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ntann.wordpress.com/834/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ntann.wordpress.com/834/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ntann.wordpress.com/834/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ntann.wordpress.com/834/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ntann.wordpress.com/834/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ntann.wordpress.com/834/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ntann.wordpress.com&amp;blog=4264876&amp;post=834&amp;subd=ntann&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ntann.wordpress.com/2011/12/07/believe-it-or-not-semudah-itukah-membuat-buku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c4c0ccf8f2eb685136c20202d515a8d2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ntann</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ntann.files.wordpress.com/2011/12/presentation1.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">Presentation1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jangan nonton &#8220;Running Man&#8221; !</title>
		<link>http://ntann.wordpress.com/2011/11/27/jangan-nonton-running-man/</link>
		<comments>http://ntann.wordpress.com/2011/11/27/jangan-nonton-running-man/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Nov 2011 04:07:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ntann</dc:creator>
				<category><![CDATA[Just Talk Around]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ntann.wordpress.com/?p=821</guid>
		<description><![CDATA[RUNNING MAN. aduuuh, korea-korea&#8217;an macam apaan lagi tuh? kok presenternya banyak banget sih 8 orang lebih? kok mereka ngomong semua sih berisik banget? kok ada yg mukanya blo&#8217;on sih? kok ada yang marah-marah mulu kerjaannya? kok mereka ketawa terus sih? apa yang lucu? Ini acara apa sih sebenernya!? Itu adalah segudang pertanyaan yang ada di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ntann.wordpress.com&amp;blog=4264876&amp;post=821&amp;subd=ntann&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3 style="text-align:justify;"><strong>RUNNING MAN.</strong></h3>
<p><a href="http://ntann.files.wordpress.com/2011/11/250649_1932429162805_1604554811_31889295_4077527_n.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-816" title="250649_1932429162805_1604554811_31889295_4077527_n" src="http://ntann.files.wordpress.com/2011/11/250649_1932429162805_1604554811_31889295_4077527_n.jpg?w=692&#038;h=450" alt="" width="692" height="450" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">aduuuh, <em>korea-korea&#8217;an</em> macam apaan lagi tuh? kok presenternya banyak banget sih 8 orang lebih? kok mereka ngomong semua sih berisik banget?</p>
<p style="text-align:justify;">kok ada yg mukanya blo&#8217;on sih? kok ada yang marah-marah mulu kerjaannya?</p>
<p style="text-align:justify;">kok mereka ketawa terus sih? apa yang lucu?</p>
<p style="text-align:justify;">Ini acara apa sih sebenernya!?</p>
<p style="text-align:justify;">Itu adalah segudang pertanyaan yang ada di pikiran saya saat ditawari nonton Running Man pertama kali. Kesan pertama adalah : MALES. melihat presenternya yang berisik, subtitle dan tulisan2 kecil yang bertebaran di setiap kali mereka bicara. Wajah dan nama mereka pun sulit dihapal karena jumlahnya yang banyak.</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi mungkin sebaiknya sejak awal saya menolak ajakan teman saya itu. Jangan pernah memulai untuk nonton Running Man, karena itu malah membuat ketagihan.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>This variety show is danger, seriously.</em></p>
<p style="text-align:justify;">Mungkin sekarang kalo mau tau definisi dan deskripsi acara ini ada banyak banget infonya di google, wikipedia, kaskus dan blog-blog korea lovers yang bertebaran. Tapi izinkan saya untuk mendeskripsikan dengan bahasa sendiri.</p>
<p style="text-align:justify;">Running Man adalah sebuah variety show korea yang mengusung konsep f<em>un games</em>, bisa <em>out-door</em> dan <em>in-door</em> tergantung tema setiap episode. Dulu, waktu episode 1 sampai belasan konsepnya masih teratur, satu episode terdiri dari sekian jenis games, yaitu : <em>hide and seek</em>, <em>leisure tea time</em>, 1 vs 8 , dan games2 seru lainnya. pemenang dari setiap games, akan dapat  running ball yang bisa meyelamatkan mereka dari hukuman yang akan diundi di akhir acara. Hukumannya pun terhitung sadis untuk public figure seperti mereka, seperti pulang dari lokasi syuting naik kendaraan umum dengan hot pants (untuk yang cewek biasanya gak pake hot pants, tapi mukanya dicoret-coret). Sementara tim yang menang, boleh pulang duluan dengan senang hati. <em></em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>That&#8217;s it</em>.</p>
<p style="text-align:justify;">Tidak ada hadiah secara materi untuk para pemenang, tapi mereka tetap total dalam menjalankan permainan.</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi, setelah episode sudah mencapai 30-an (sekarang udah 70 episode) konsep mereka agak berubah dan lebih kreatif. Misalnya, game hide and seek yang dulunya ke-8 member+ 2 bintang tamu membelah diri jadi 2 tim dan saling main petak umpet, sekarang ke-8 member yang harus mencari siapa bintang tamu hari itu. Ada banyak permainan yang sulit dideskripsikan, yang pasti saya mengacungkan banyak jempol untuk tim kreatifnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Oya&#8230;ini adalah ke-8 presenter yang saya bilang berisik tadi. Sebenarnya mereka adalah 8 member tetap dari acara ini.  <em>Check it out</em> !</p>
<h1 style="text-align:justify;"><span style="color:#3366ff;"><strong>1. Yoo Jae Suk</strong></span></h1>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://ntann.files.wordpress.com/2011/11/jae-suk.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-811" title="Jae Suk" src="http://ntann.files.wordpress.com/2011/11/jae-suk.jpg?w=692&#038;h=519" alt="" width="692" height="519" /></a>Biasa dipanggil Jae Suk, atau Yooruce Willis. Sesuai dengan gelarnya sebagai &#8216;The National MC&#8217; di korea, Jae Suk dijadikan leader MC untuk acara ini (yang berhak ngumumin siapa yang menang-kalah dan menjelaskan permainan ke pemirsa) sekaligus leader untuk setiap tim yang ia masuki. Di kehidupan nyata, Jae Suk ini memang dikenal sebagai MC kondang dan pelawak. Makanya jangan heran, kalo meskipun bintang tamu sebuah episode ganteng-ganteng dan cantik-cantik, para warga korea yang ada di tempat syuting lebih suka meneriaki dan histeris melihat Jae Suk.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-821"></span></p>
<h1 style="text-align:justify;"><span style="color:#3366ff;">2. Ji Suk Jin</span></h1>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://ntann.files.wordpress.com/2011/11/suk-jin.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-815" title="Suk Jin" src="http://ntann.files.wordpress.com/2011/11/suk-jin.jpg?w=692&#038;h=519" alt="" width="692" height="519" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Berprofesi sebagai MC dan komedian, Suk Jin yang berumur paling senior di acara ini kerap di-bully junior-juniornya sendiri. Dia dianggap mempunyai kemampuan yang paling lemah diantara yang lainnya, sehingga sering masuk ke tim yang lemah pula. Tapi walaupun dipandang sebelah mata, Suk Jin ini pede aja, kepribadiannya menjadi lucu karena mempunyai hidung besar (makanya dijuluki Big Nose Hyung) dan sikap cueknya pas game nyanyi (tetap nyanyi walaupun liriknya ngelantur kemana-mana) Suk Jin ini hampir setiap episode satu tim sama Jae Suk, jadi mereka pun dekat banget. Kalo pas Jae Suk disuruh milih anggota teamnya sendiri, Jae Suk sering merasa dilema, karena ia sebenarnya sangat ingin satu team dengan member yang lebih muda dan gesit.</p>
<h1 style="text-align:justify;"><span style="color:#3366ff;">3. Kim Jong Kook</span></h1>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://ntann.files.wordpress.com/2011/11/kim-jong-kook.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-814" title="Kim Jong Kook" src="http://ntann.files.wordpress.com/2011/11/kim-jong-kook.jpg?w=692&#038;h=519" alt="" width="692" height="519" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Member yang satu ini terkenal paling sewot, ambisius, emosian tapi kadang image-nya itu luntur seketika jika mood-nya sedang baik. Julukannya adalah : Sparta Kook, The Commander dan Kookie. Jong Kook merupakan pemimpin bagi tim lainnya, sehingga dia sering mengincar Jae Suk yang ia anggap sebagai leader tim lawan yang lemah. Yang paling khas adalah, saat game hide and seek, tak peduli Jong Kook sedang berada di posisi &#8220;penangkap&#8221; atau &#8220;yang ditangkap&#8221; setiap kemunculannya membuat tim lawan lari kocar-kacir, belum lagi backsound sparta dan geraman macan yang selalu mengiringi. Jangan heran, Jong Kook jadi ditakuti, sekaligus dibenci member lain karena sikap &#8216;senggol-bacoknya&#8217; itu. Tapi biarpun ganas dan bertubuh binaragawan, Jong Kook sebenarnya adalah penyanyi pop dengan suara lembut. Saya sendiri melongo saat melihatnya bernyanyi. Kepribadian ganda! oya, Jong Kook juga baik dan sayang banget sama &#8216;adik-adiknya&#8217; yaitu Gary dan HaHa. Walaupun keduanya paling sering kena omelan juga sih..hehehe</p>
<h1 style="text-align:justify;"><span style="color:#3366ff;">4. Ha Dong-Hoon</span></h1>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://ntann.files.wordpress.com/2011/11/haha.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-810" title="HaHa" src="http://ntann.files.wordpress.com/2011/11/haha.jpg?w=692&#038;h=519" alt="" width="692" height="519" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Biasa dipanggil HaHa atau Haroro karena mukanya yang mirip si penguin Pororo. Sikapnya yang childish tapi sok, labil dan wajahnya yang polos membuat HaHa menjadi salah satu member favorit saya. HaHa yang sebenarnya penyanyi korean beraliran pop-reggae ini juga komedian loh. Paling sayang sama Brothernya, Kim Jong Kook, tapi sering juga bales dendam dan nunjukin ketidak sukaannya sama Jong Kook yang sering banget melampiaskan kekesalannya ke HaHa. HaHa ini paling sering disinggung soal tinggi badannya, karena dia emang imut dan baby face banget. HaHa paling sering curang kalo main game, kayaknya ketularan Sparta Kook nih, ambisiusnya hehe&#8230;</p>
<h1 style="text-align:justify;"><span style="color:#3366ff;">5. Kang Gary</span></h1>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://ntann.files.wordpress.com/2011/11/gary.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-808" title="Gary" src="http://ntann.files.wordpress.com/2011/11/gary.jpg?w=692&#038;h=519" alt="" width="692" height="519" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Pertamanya, saya agak aneh ngeliat Gary. Ekspresi mukanya datar, hampa , trus kalo ngomong nadanya nyebelin. Tapi makin lama baru sadar, kalo justru disitu letak kelucuannya. Setelah iseng googling,  saya pun kaget karena &#8216;si muka datar&#8217;  ini ternyata rapper di dalam grup hip hop Leessang. Wow. Yang bikin Gary berikut grup hip hopnya makin terekspos ke publik adalah kisah cintanya dengan sesama member Running Man, Song Ji Hyo sehingga keduanya mendapat julukan Monday Couple. Setiap mereka lagi berduaan dan Gary mulai merayu dengan caranya yang norak tapi unik, pasti ada backsound lagu leessang. Banyak fans running man yang berharap Monday Couple benar-benar menjadi couple pada akhirnya. Saya juga gak tau pasangan itu terbentuk secara gak sengaja atau memang tuntutan script, tapi Running Man tanpa monday couple bakalan hambar, sehambar mukanyanya Gary, sang Monday Boyfriend :p</p>
<h1 style="text-align:justify;"><span style="color:#3366ff;">6. Song Ji Hyo</span></h1>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://ntann.files.wordpress.com/2011/11/ji-hyo.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-812" title="Ji Hyo" src="http://ntann.files.wordpress.com/2011/11/ji-hyo.jpg?w=692&#038;h=519" alt="" width="692" height="519" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Katanya Running Man, tapi kok ada ceweknya yah? hmm&#8230;buat yang nonton dari episode 1 pasti tau deh, awalnya si Ji Hyo ini cuma jadi bintang tamu untuk 2 episode sekaligus. Tapi mungkin karena dia punya karakter yang kuat dan gesit di setiap games sehingga di juluki The ace of Running Man, mungkin itu yang bikin dia dijadiin member tetap sampe sekarang. Ji Hyo yang kayaknya sebel-tapi-demen harus jadi Monday Girlfriend-nya Gary itu selain terkenal sebagai aktris, di running man jadi bahan lelucon juga. Sering dibandingin sama guest yang jauh lebih cantik, tinggi dan ekspresi wajahnya yang suka plengo plus kepribadiannya yang calola (Cantik tapi Loading Lama) sukses bikin dia dijuluki &#8220;Blank Ji Hyo&#8221;. Di awal-awal episode, pihak Running Man sering gonta-ganti member cewek buat nemenin Ji Hyo, tapi gak bertahan lama. Emang lebih seru kalo member ceweknya Ji Hyo aja sih. Gak jaim dan bisa tau sikon, kapan serius, kapan bercanda. Go Ji Hyo!</p>
<h1 style="text-align:justify;"><span style="color:#3366ff;">7. Lee Gwang Soo</span></h1>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://ntann.files.wordpress.com/2011/11/gwang-soo.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-809" title="Gwang Soo" src="http://ntann.files.wordpress.com/2011/11/gwang-soo.jpg?w=692&#038;h=519" alt="" width="692" height="519" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Member ini emang gak ada duanya deh. Karena masih muda, dia paling sering &#8216;diinjek-injek&#8217; member yang lebih senior. Dari mulai dicuekin pas dia ngomong, disuruh-suruh, dikerjain, jadi objek kemarahan, sampe becandaanya (yang sebenernya lucu) tapi malah ditanggepi krik..kriikk sama yang lain. Nah, akhir-akhir ini Gwang Soo pun bangkit dan punya cara biar dia bisa turut eksis di acara itu kayak lainnya, yaitu dengan menyebar fitnah. hahahaha&#8230;jahat yah, tapi emang cuma itu yang bikin dia didengerin. Kayak misalnya, Gwang Soo dengan wajah licik bilang kalo liat sendiri Kim Jong Kook lagi joget-joget di kamar mandi saat break syuting. Otomatis semua member langsung fokus dan menertawakan Jong Kook yang kaget sekaligus malu karena itu berita bohong. Karena bakatnya inilah, Gwang Soo dijuluki &#8221; The Framing Gwang Soo&#8221;. Gwang Soo paling sering ribut sama Noona Ji Hyo, gak tau kenapa. Walaupun Gwang Soo lucu, tapi sering sedih juga liat dia diperlakukan semena-mena sama member lainnya.</p>
<h1 style="text-align:justify;"><span style="color:#3366ff;">8. Song Joong Ki</span></h1>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://ntann.files.wordpress.com/2011/11/joong-ki.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-813" title="Joong Ki" src="http://ntann.files.wordpress.com/2011/11/joong-ki.jpg?w=692&#038;h=519" alt="" width="692" height="519" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Joong Ki ini member paling smart, paling tampan pula di Running Man. Pertama kali liat, mirip banget sama Onew Shinee. Tapi makin kesini makin keliatan beda tuh hehe. Sebagai member termuda dari ke-8 member yang ada, dan walaupun usia mereka sama, Joong ki gak dapat perlakuan menyedihkan kayak Gwang Soo. Joong ki punya naluri detektif yang besar dan antusias banget di setiap games, dan punya banyak julukan, yaitu : The flower boys (karena paling ganteng) , Brain Joong ki (karena pinter) , dan Song-song Siblings. Untuk yang terakhir ini, karena kedekatannya sama Song Ji Hyo, jadi bikin Gary sering cemburu. kocak deh pokoknya. Tapi sayangnya, kepinteran Joong Ki disertai dengan hokinya yang jelek. Dia paling sering ter-eliminasi duluan karena berbagai hal. Kasian deh kalo liat dia masuk ke penjara (tempat buat yang tereliminasi) padahal dia punya naluri besar buat tuntasin misi. Dan yang paling disayangkan lagi adalah, di episode 41 Joong Ki minta maaf karena terpaksa mundur dari Running Man, karena harus fokus sama karirnya sebagai aktor. sampe nangis segala terus pelukan sama Jae Suk. Ji Hyo dan Gwang Soo yang deket banget pun ikutan nangis. Sayang banget yah, Running Man kehilangan sosok jeniusnya. Tapi jangan takut, di episode 66 Joong Ki hadir ngasih surprise, kembali ke Running Man. Yah, walaupun cuma sebagai guest, tapi lumayan terobati kangennya. Wish u back soon, boy! <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://ntann.files.wordpress.com/2011/11/red-carpet.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-817" title="red-carpet" src="http://ntann.files.wordpress.com/2011/11/red-carpet.jpg?w=692" alt=""   /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Okee&#8230;itu adalah sedikit gambaran tentang acara dan member-member Running Man. Saya suka variety show ini karena ada banyak hikmah yang bisa diambil, seperti belum tentu yang kuat itu bakal menang, terkadang kekurangan di diri kita bisa jadi kekuatan sewaktu-waktu, dan masih banyak lagi. Mereka bisa berbaur dan mengocok perut meskipun dari latar belakang yang berbeda-beda dan benar-benar bermain lepas. Di saat harus tampil kotor dan jelek, ya lakukan.Nilai plusnya lagi adalah, Running Man yang sudah di-ekspor ke berbagai stasiun tv di mancanegara ini secara tak langsung turut memperkenalkan korea karena mereka syuting di tempat-tempat sejarah,wisata dan kebanggaan korea. Cara promosi yang baik bukan ?</p>
<p style="text-align:justify;">Mungkin buat yang belum pernah nonton bingung yah, supaya gak bingung mendingan nonton aja. Tapi, seperti yang saya bilang, Jangan pernah nonton acara ini.</p>
<p style="text-align:justify;">It&#8217;s Pretty dangerous.</p>
<p style="text-align:justify;">Trust me. : p</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ntann.wordpress.com/821/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ntann.wordpress.com/821/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ntann.wordpress.com/821/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ntann.wordpress.com/821/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ntann.wordpress.com/821/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ntann.wordpress.com/821/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ntann.wordpress.com/821/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ntann.wordpress.com/821/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ntann.wordpress.com/821/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ntann.wordpress.com/821/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ntann.wordpress.com/821/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ntann.wordpress.com/821/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ntann.wordpress.com/821/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ntann.wordpress.com/821/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ntann.wordpress.com&amp;blog=4264876&amp;post=821&amp;subd=ntann&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ntann.wordpress.com/2011/11/27/jangan-nonton-running-man/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c4c0ccf8f2eb685136c20202d515a8d2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ntann</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ntann.files.wordpress.com/2011/11/250649_1932429162805_1604554811_31889295_4077527_n.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">250649_1932429162805_1604554811_31889295_4077527_n</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ntann.files.wordpress.com/2011/11/jae-suk.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Jae Suk</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ntann.files.wordpress.com/2011/11/suk-jin.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Suk Jin</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ntann.files.wordpress.com/2011/11/kim-jong-kook.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Kim Jong Kook</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ntann.files.wordpress.com/2011/11/haha.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">HaHa</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ntann.files.wordpress.com/2011/11/gary.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Gary</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ntann.files.wordpress.com/2011/11/ji-hyo.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Ji Hyo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ntann.files.wordpress.com/2011/11/gwang-soo.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Gwang Soo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ntann.files.wordpress.com/2011/11/joong-ki.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Joong Ki</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ntann.files.wordpress.com/2011/11/red-carpet.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">red-carpet</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>pieces of mind # 1</title>
		<link>http://ntann.wordpress.com/2011/10/30/pieces-of-mind-1/</link>
		<comments>http://ntann.wordpress.com/2011/10/30/pieces-of-mind-1/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 30 Oct 2011 14:25:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ntann</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pieces of mind]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ntann.wordpress.com/?p=792</guid>
		<description><![CDATA[Suatu hari saya pernah membaca sebuah kalimat yang indah sekali. Allah punya 3 pilihan jawaban atas setiap doa kita. jawaban yang pertama adalah : Ya. jawaban yang kedua adalah : tidak. jawaban yang ketiga adalah : Aku punya sesuatu yang lebih baik daripada yang kau minta. pernah gak sih, dalam berdoa kita selalu ngotot? sengotot [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ntann.wordpress.com&amp;blog=4264876&amp;post=792&amp;subd=ntann&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Suatu hari saya pernah membaca sebuah kalimat yang indah sekali.</p>
<p>Allah punya 3 pilihan jawaban atas setiap doa kita.</p>
<p>jawaban yang pertama adalah : Ya.</p>
<p>jawaban yang kedua adalah : tidak.</p>
<p>jawaban yang ketiga adalah : Aku punya sesuatu yang lebih baik daripada yang kau minta.</p>
<p>pernah gak sih, dalam berdoa kita selalu ngotot? sengotot kita saat meminta sesuatu pada orangtua kita?<br />
<span id="more-792"></span></p>
<p>Alhamdulillah. Saya pikir  doa saya pernah dijawab oleh tiga pilihan jawaban itu. Tapi dari 3 jawaban itu, saya paling suka yang terakhir.</p>
<p>Kenapa?</p>
<p>Karena Allah tau apa yang terbaik buat saya. Sementara saya taunya hanya minta, minta dan minta tanpa berpikir panjang. Allah tau apa yang akan terjadi dengan permintaan umatnya yang ceroboh dan berakal pendek. Like a director of a movie-yes, our life is a movie itself-God always knows the ending of our hope.</p>
<p>Waktu SMA saya pernah berdoa dengan sangat ngotot bahwa saya harus masuk IPA. karena desakan keluarga yang masih percaya bahwa hanya orang2 dari jurusan tersebut yang punya masa depan cerah nan bahagia. Tapi apa hasilnya?</p>
<p>Saya divonis masuk IPS. Sedih bukan karena si IPS-nya. Tapi sedih karena keluarga saya terlihat  kecewa dengan kenyataan itu. Saya merasa sangat bersalah. Tak Berguna. Kelabilan anak SMA kala itu.</p>
<p>And the story goes&#8230;Saya menjalani kehidupan IPS saya dengan sangat nyaman karena kemampuan menghapal yang lebih menonjol daripada hitungan eksak yang menurut saya abstrak dan memusingkan. Terseok-seok, tapi alhamdulillah bisa survive.</p>
<p>Permohonan terbesar saya yang kedua adalah saat saya ditawari formulir PMDK UI. Seperti tokoh di game, saya seperti mendapat nyawa tambahan. Saya berdoa dengan penuh permohonan karena saya tidak ingin mengecewakan orangtua lagi. Please God, yang ini harus GOAL!</p>
<p>Tapi harapan saya kembali pupus.</p>
<p>Kecewa? JELASLAH! UI gitu loohh.</p>
<p>Sekarang, tahun 2011, saya sudah berdiri di tingkat 4, di penghujung masa-masa kuliah S1.  Sering berpikir flashback, merenungkan apa-apa saja yang pernah saya raih, dan kesempatan demi kesempatan yang pernah saya jalani.</p>
<p>Coba deh, sesekali kalian ingat kepingan-kepingan kejadian di masa lalu. Susun dan hubungkan dengan keadaan kalian sekarang. Demi Allah, kalian akan jumpai hidup sebagai sebuah mozaik. semuanya saling berhubungan, semua kejadian pahit di masa lalu bisa berbuah manis di masa sekarang. (contohnya saat saya menelan kekecewaan karena di paskibra hanya dapat tugas baca2 teks pas upacara. saya tidak dapat jadi satu dari 3 org pengibar bendera karena postur tubuh yang kurang ideal. Tapi suara diagfragma khas protokoler itu sangat berjasa menyelamatkan saya saat audisi MC wisuda di kampus. See? life is puzzle. life is mozaic.).Kata seorang rekan, saat kita sukses meraih sesuatu dan sedang dalam kesenangan,kebanggaan yang amat sangat. Ingatlah dirimu di masa lalu. Ingat siapa-siapa aja orang yang pernah berperan besar di hidup kita, dan jangan lupa, ingat pada sang pencipta yang telah menulis skenario hidup kita dengan sangat apik.</p>
<p>Percaya deh, gak akan ada niat untuk sombong dan besar kepala.</p>
<p>Btw, setelah bertahun-tahun lamanya, saya baru tahu jawaban Allah atas &#8216;doa-doa ngotot&#8217; saya waktu SMA dulu.</p>
<p>The answer isn&#8217;t : NO WAY.</p>
<p>But,</p>
<p>I HAVE SOMETHING BETTER IN MY MIND. IT&#8217;S BETTER FOR YOU, INTAN.</p>
<p>Alhamdulillah.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ntann.wordpress.com/792/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ntann.wordpress.com/792/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ntann.wordpress.com/792/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ntann.wordpress.com/792/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ntann.wordpress.com/792/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ntann.wordpress.com/792/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ntann.wordpress.com/792/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ntann.wordpress.com/792/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ntann.wordpress.com/792/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ntann.wordpress.com/792/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ntann.wordpress.com/792/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ntann.wordpress.com/792/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ntann.wordpress.com/792/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ntann.wordpress.com/792/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ntann.wordpress.com&amp;blog=4264876&amp;post=792&amp;subd=ntann&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ntann.wordpress.com/2011/10/30/pieces-of-mind-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c4c0ccf8f2eb685136c20202d515a8d2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ntann</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>[Softskill Etika bisnis] Materi dan teori Etika bisnis</title>
		<link>http://ntann.wordpress.com/2011/10/10/softskill-etika-bisnis-materi-dan-teori-etika-bisnis/</link>
		<comments>http://ntann.wordpress.com/2011/10/10/softskill-etika-bisnis-materi-dan-teori-etika-bisnis/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Oct 2011 14:12:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ntann</dc:creator>
				<category><![CDATA[Campus Life!]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ntann.wordpress.com/?p=788</guid>
		<description><![CDATA[Secara sederhana yang dimaksud dengan etika bisnis adalah cara-cara untuk melakukan kegiatan bisnis, yang mencakup seluruh aspek yang berkaitan dengan individu,perusahaan, industri dan juga masyarakat. kesemuanya ini mencakup bagaimana kita menjalankan bisnis secara adil sesuai dengan hukum yang berlaku dan tidak tergantung pada kedudukan individu ataupun perusahaan di masyarakat. Etika bisnis lebih luas dari ketentuan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ntann.wordpress.com&amp;blog=4264876&amp;post=788&amp;subd=ntann&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Secara sederhana yang dimaksud dengan etika bisnis adalah cara-cara untuk melakukan kegiatan bisnis, yang mencakup seluruh aspek yang berkaitan dengan individu,perusahaan, industri dan juga masyarakat.</p>
<p>kesemuanya ini mencakup bagaimana kita menjalankan bisnis secara adil sesuai dengan hukum yang berlaku dan tidak tergantung pada kedudukan individu ataupun perusahaan di masyarakat.</p>
<p>Etika bisnis lebih luas dari ketentuan yang diatur oleh hukum bahkan merupakan standar yang lebih tinggi dibandingkan standar minimal ketentuan hokum karena dalam kegiatan bisnis seringkali kita temukan wilayah abu-abu yang tidak diatur oleh ketentuan hukum.<span id="more-788"></span></p>
<p>Von der Embse dan R.A. Wagley dalam artikelnya di Advanced Management Journal (1988) memberikan tiga pendekatan dasar dalam merumuskan tingkah laku etika bisnis yaitu :</p>
<ul>
<li>utilitarian approach : setiap tindakan harus didasarkan pada konsekuensinya. oleh karena itu dalam bertindak seseorang mengikuti cara-cara yang dapat memberi manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat dengan cara tidak membahayakan dan dengan biaya serendah-rendahnya.</li>
</ul>
<ul>
<li>individual rights approach : setiap orang dalam tindakan dan kelakuannya memiliki hak dasar yang harus dihormati. namun tindakan ataupun tingkah laku tersebut harus dihindari apabila diperkirakan akan menyebabkan terjadi benturan dengan hak orang lain.</li>
</ul>
<ul>
<li>Justice approach : para pembuat keputusn mempunyai kedudukan yang sama dan bertindak adil dalam memberikan pelayanan kepalada pelanggan baik secara perorangan ataupun secara kelompok</li>
</ul>
<p>Tidak ada cara yang paling baik untuk memulai penelaahan hubungan antara etika dan bisnis selain dengan mengamati, bagaimanakah perusahaan riil telah benar-benar berusaha untuk menerapkan etika ke dalam bisnis. Perusahaan Merck and Company dalam menangani masalah “river blindness” sebagai contohnya ;<br />
River blindness adalah penyakit sangat tak tertahankan yang menjangkau 18 juta penduduk miskin di desa-desa terpencil di pinggiran sungai Afrika dan Amerika Latin.<br />
Penyakit dengan penyebab cacing parasit ini berpindah dari tubuh melalui gigitan lalat hitam. Cacing ini hidup dibawah kulit manusia, dan bereproduksi dengan melepaskan jutaan keturunannya yang disebut microfilaria yang menyebar ke seluruh tubuh dengan bergerak-gerak di bawah kulit, meninggalkan bercak-bercak, menyebabkan lepuh-lepuh dan gatal yang amat sangat tak tertahankan, sehingga korban kadang-kadang memutuskan bunuh diri.</p>
<p>Pada tahun 1979, Dr. Wiliam Campbell, ilmuwan peneliti pada Merck and Company, perusahaan obat Amerika, menemukan bukti bahwa salah satu obat-obatan hewan yang terjual laris dari perusahaan itu, Invernectin, dapat menyembuhkan parasit penyebab river blindness. Campbell dan tim risetnya mengajukan permohonan kepada Direktur Merck, Dr. P. Roy Vagelos, agar mengijinkan mereka mengembangkan obat tersebut untuk manusia.</p>
<p>Para manajer Merck sadar bahwa kalau sukses mengembangkan obat tersebut, penderita river blindness terlalu miskin untuk membelinya. Padahal biaya riset medis dan tes klinis berskala besar untuk obat-obatan manusia dapat menghabiskan lebih dari 100 juta dollar.<br />
Bahkan, kalau obat tersebut terdanai, tidak mungkin dapat mendistribusikannya, karena penderita tinggal di daerah terpencil. Kalau obat itu mengakibatkan efek samping, publisitas buruk akan berdampak pada penjualan obat Merck. Kalau obat murah tersedia, obat dapat diselundupkan ke pasar gelap dan dijual untuk hewan,sehingga menghancurkan penjualan Invernectin ke dokter hewan yang selama ini menguntungkan.<br />
Meskipun Merck penjualannya mencapai $2 milyar per tahun, namun pendapatan bersihnya menurun akibat kenaikan biaya produksi, dan masalah lainnya, termasuk kongres USA yang siap mengesahkan Undang-Undang Regulasi Obat yang akhirnya akan berdampak pada pendapatan perusahaan. Karena itu, para manajer Merck enggan membiayai proyek mahal yang menjanjikan sedikit keuntungan, seperti untuk river blindness. Namun tanpa obat, jutaan orang terpenjara dalam penderitaan menyakitkan. Setelah banyak dilakukan diskusi, sampai pada kesimpulan bahwa keuntungan manusiawi atas obat untuk river blindness terlalu signifikan untuk diabaikan. Keuntungan manusiawi inilah, secara moral perusahaan wajib mengenyampingkanbiaya dan imbal ekonomis yang kecil. Tahun 1980 disetujuilah anggaran besar untuk mengembangkan Invernectin versi manusia.<br />
Tujuh tahun riset mahal dilakukan dengan banyak percobaan klinis, Merck berhasil membuat pil obat baru yang dimakan sekali setahun akan melenyapkan seluruh jejak parasit penyebab river blindness dan mencegah infeksi baru. Sayangnya tidak ada yang mau membeli obat ajaib tersebut, termasuk saran kepada WHO, pemerintah AS dan pemerintah negara-negara yang terjangkit penyakit tersebut, mau membeli untuk melindungi 85 juta orang beresiko terkena penyakit ini, tapi tak satupun menanggapi permohonan itu.</p>
<p>Akhirnya Merck memutuskan memberikan secara gratis obat tersebut, namun tidak ada saluran distribusi untuk menyalurkan kepada penduduk yang memerlukan. Bekerjasama dengan WHO, perusahaan membiayai komite untuk mendistribusikan obat secara aman kepada negara dunia ketiga, dan memastikan obat tidak akan dialihkan ke pasar gelap dan menjualnya untuk hewan. Tahun 1996, komite mendistribusikan obat untuk jutaan orang, yang secara efektif mengubah hidup penderita dari penderitaan yang amat sangat, dan potensi kebutaan akibat penyakit tersebut. Merck menginvestasikan banyak uang untuk riset, membuat dan mendistribusikan obat yang tidak menghasilkan uang, karena menurut Vegalos pilihan etisnya adalah mengembangkannya, dan penduduk dunia ketiga akan mengingat bahwa Merck membantu mereka dan akan mengingat di masa yang akan datang.Selama bertahun-tahun perusahaan belajar bahwa tindakan semacam itu memiliki keuntungan strategis jangka panjang yang penting.</p>
<p>Para ahli sering berkelakar, bahwa etika bisnis merupakan sebuah kontradiksi istilah karena ada pertentangan antara etika dan minat pribadi yang berorientasi pada pencarian keuntungan. Ketika ada konflik antara etika dan keuntungan, bisnis lebih memilih keuntungan daripada etika.<br />
Buku Business Ethics mengambil pandangan bahwa tindakan etis merupakan strategi bisnis jangka panjang terbaik bagi perusahaan – sebuah pandangan yang semakin diterima dalam beberapa tahun belakangan ini.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>1.1.ETIKA BISNIS DAN ISU TERKAIT</strong><br />
Menurut kamus, istilah etika memiliki beragam makna berbeda. Salah satu maknanya adalah “prinsip tingkah laku yang mengatur individu dan kelompok”. Makna kedua menurut kamus – lebih penting – etika adalah “kajian moralitas”. Tapi meskipun etika berkaitan dengan moralitas, namun tidak sama persis dengan moralitas. Etika adalah semacam penelaahan, baik aktivitas penelaahan maupun hasil penelaahan itu sendiri, sedangkan moralitas merupakan subjek.</p>
<p><strong>A. Moralitas</strong><br />
Moralitas adalah pedoman yang dimiliki individu atau kelompok mengenai apa itu benar dan salah, atau baik dan jahat.<br />
Pedoman moral mencakup norma-norma yang kita miliki mengenai jenis-jenis tindakan yang kita yakini benar atau salah secara moral, dan nilai-nilai yang kita terapkan pada objek-objek yang kita yakini secara moral baik atau secara moral buruk. Norma moral seperti “selalu katakan kebenaran”, “membunuh orang tak berdosa itu salah”. Nilai-nilai moral biasanya diekspresikan sebagai pernyataan yang mendeskripsikan objek-objek atau ciri-ciri objek yang bernilai, semacam “kejujuran itu baik” dan “ketidakadilan itu buruk”. Standar moral pertama kali terserap ketika masa kanak-kanak dari keluarga, teman, pengaruh kemasyarakatan seperti gereja, sekolah, televisi, majalah, music dan perkumpulan.</p>
<p>Hakekat standar moral :</p>
<ol start="1">
<li>Standar moral berkaitan dengan persoalan yang kita anggap akan merugikan secara serius atau benar-benar akan menguntungkan manusia.</li>
<li>Standar moral tidak dapat ditetapkan atau diubah oleh keputusan dewan otoritatif tertentu.</li>
<li>Standar moral harus lebih diutamakan daripada nilai lain termasuk (khususnya) kepentingan diri.</li>
<li>Standar moral berdasarkan pada pertimbangan yang tidak memihak.</li>
<li>Standar moral diasosiasikan dengan emosi tertentu dan kosa kata tertentu.<br />
Standar moral, dengan demikian, merupakan standar yang berkaitan dengan persoalan yang kita anggap mempunyai konsekuensi serius, didasarkan pada penalaran yang baik bukan otoritas, melampaui kepentingan diri, didasarkan pada pertimbangan yang tidak memihak, dan yang pelanggarannya diasosiasikan dengan perasaan bersalah dan malu dan dengan emosi dan kosa kata tertentu.</li>
</ol>
<p><strong>B. Etika</strong><br />
Etika merupakan ilmu yang mendalami standar moral perorangan dan standar moral masyarakat. Ia mempertanyakan bagaimana standar-standar diaplikasikan dalam kehidupan kita dan apakah standar itu masuk akal atau tidak masuk akal – standar, yaitu apakah didukung dengan penalaran yang bagus atau jelek.<br />
Etika merupakan penelaahan standar moral, proses pemeriksaan standar moral orang atau masyarakat untuk menentukan apakah standar tersebut masuk akal atau tidak untuk diterapkan dalam situasi dan permasalahan konkrit. Tujuan akhir standar moral adalah mengembangkan bangunan standar moral yang kita rasa masuk akal untuk dianut.<br />
Etika merupakan studi standar moral yang tujuan eksplisitnya adalah menentukan standar yang benar atau yang didukung oleh penalaran yang baik, dan dengan demikian etika mencoba mencapai kesimpulan tentang moral yang benar benar dan salah, dan moral yang baik dan jahat.</p>
<p><strong>C. Etika Bisnis</strong><br />
Etika bisnis merupakan studi yang dikhususkan mengenai moral yang benar dan salah.Studi ini berkonsentrasi pada standar moral sebagaimana diterapkan dalam kebijakan, institusi, dan perilaku bisnis.<br />
Etika bisnis merupakan studi standar formal dan bagaimana standar itu diterapkan ke dalam system dan organisasi yang digunakan masyarakat modern untuk memproduksi dan mendistribusikan barang dan jasa dan diterapkan kepada orang-orang yang ada di dalam organisasi.</p>
<p><strong>D. Penerapan Etika pada Organisasi Perusahaan</strong><br />
Dapatkan pengertian moral seperti tanggung jawab, perbuatan yang salah dan kewajiban diterapkan terhadap kelompok seperti perusahaan, ataukah pada orang (individu) sebagai perilaku moral yang nyata?<br />
Ada dua pandangan yang muncul atas masalah ini :</p>
<ul>
<li><strong>Ekstrem pertama</strong>, adalah pandangan yang berpendapat bahwa, karena aturan yang mengikat, organisasi memperbolehkan kita untuk mengatakan bahwa perusahaan bertindak seperti individu dan memiliki tujuan yang disengaja atas apa yang mereka lakukan, kita dapat mengatakan mereka bertanggung jawab secara moral untuk tindakan mereka dan bahwa tindakan mereka adalah bermoral atau tidak bermoral dalam pengertian yang sama yang dilakukan manusia.</li>
</ul>
<p>&nbsp;</p>
<ul>
<li><strong>Ekstrem kedua</strong>, adalah pandangan filsuf yang berpendirian bahwa tidak masuk akal berpikir bahwa organisasi bisnis secara moral bertanggung jawab karena ia gagal mengikuti standar moral atau mengatakan bahwa organisasi memiliki kewajiban moral. Organisasi bisnis sama seperti mesin yang anggotanya harus secara membabi buta mentaati peraturan formal yang tidak ada kaitannya dengan moralitas. Akibatnya, lebih tidak masuk akal untuk menganggap organisasi bertanggung jawab secara moral karena ia gagal mengikuti standar moral daripada mengkritik organisasi seperti mesin yang gagal bertindak secara moral.</li>
</ul>
<p>Karena itu, tindakan perusahaan berasal dari pilihan dan tindakan individu manusia, individu-individulah yang harus dipandang sebagai penjaga utama kewajiban moral dan tanggung jawab moral : individu manusia bertanggung jawab atas apa yang dilakukan perusahaan karena tindakan perusahaan secara keseluruhan mengalir dari pilihan dan perilaku mereka. Jika perusahaan bertindak keliru, kekeliruan itu disebabkan oleh pilihan tindakan yang dilakukan oleh individu dalam perusahaan itu, jika perusahaan bertindak secara moral, hal itu disebabkan oleh pilihan individu dalam perusahaan bertindak secara bermoral.</p>
<p><strong>E. Globalisasi, Perusahaan Multinasional dan Etika Bisnis</strong><br />
Globalisasi adalah proses yang meliputi seluruh dunia dan menyebabkan system ekonomi serta sosial negara-negara menjadi terhubung bersama, termasuk didalamnya barangbarang, jasa, modal, pengetahuan, dan peninggalan budaya yang diperdagangkan dan saling berpindah dari satu negara ke negara lain. Proses ini mempunyai beberapa komponen, termasuk didalamnya penurunan rintangan perdagangan dan munculnya pasar terbuka dunia, kreasi komunikasi global dan system transportasi seperti internet dan pelayaran global, perkembangan organisasi perdagangan dunia (WTO), bank dunia, IMF, dan lain sebagainya.<br />
Perusahaan multinasional adalah inti dari proses globalisasi dan bertanggung jawab dalam transaksi internasional yang terjadi dewasa ini. Perusahaan multinasional adalah perusahaan yang bergerak di bidang yang menghasilkan pemasaran, jasa atau operasi administrasi di beberapa negara. Perusahaan multinasional adalah perusahaan yang melakukan kegiatan produksi, pemasaran, jasa dan beroperasi di banyak negara yang berbeda.<br />
Karena perusahaan multinasional ini beroperasi di banyak negara dengan ragam budaya dan standar yang berbeda, banyak klaim yang menyatakan bahwa beberapa perusahaan melanggar norma dan standar yang seharusnya tidak mereka lakukan.</p>
<p><strong>F. Etika Bisnis dan Perbedaan Budaya</strong><br />
Relativisme etis adalah teori bahwa, karena masyarakat yang berbeda memiliki keyakinan etis yang berbeda. Apakah tindakan secara moral benar atau salah, tergantung kepada pandangan masyarakat itu. Dengan kata lain, relativisme moral adalah pandangan bahwa tidak ada standar etis yang secara absolute benar dan yang diterapkan atau harus diterapkan terhadap perusahaan atau orang dari semua masyarakat.<br />
Dalam penalaran moral seseorang, dia harus selalu mengikuti standar moral yang berlaku dalam masyarakat manapun dimana dia berada.<br />
Pandangan lain dari kritikus relativisme etis yang berpendapat, bahwa ada standar moral tertentu yang harus diterima oleh anggota masyarakat manapun jika masyarakat itu akan terus berlangsung dan jika anggotanya ingin berinteraksi secara efektif.<br />
Relativisme etis mengingatkan kita bahwa masyarakat yang berbeda memiliki keyakinan moral yang berbeda, dan kita hendaknya tidak secara sederhana mengabaikan keyakinan moral kebudayaan lain ketika mereka tidak sesuai dengan standar moral kita.</p>
<p><strong>G. Teknologi dan Etika Bisnis</strong><br />
Teknologi yang berkembang di akhir dekade abad ke-20 mentransformasi masyarakat dan bisnis, dan menciptakan potensi problem etis baru. Yang paling mencolok adalah revolusi dalam bioteknologi dan teknologi informasi. Teknologi menyebabkan beberapa perubahan radikal, seperti globalisasi yang berkembang pesat dan hilangnya jarak, kemampuan menemukan bentuk-bentuk kehidupan baru yang keuntungan dan resikonya tidak terprediksi. Dengan perubahan cepat ini, organisasi bisnis berhadapan dengan setumpuk persoalan etis baru yang menarik.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>1.2 PERKEMBANGAN MORAL DAN PENALARAN MORAL</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>A. Perkembangan Moral</strong><br />
Riset psikologi menunjukkan bahwa, perkembangan moral seseorang dapat berubah ketika dewasa. Saat anak-anak, kita secara jujur mengatakan apa yang benar dan apa yang salah, dan patuh untuk menghindari hukuman. Ketika tumbuh menjadi remaja, standar moral konvensional secara bertahap diinternalisasikan.</p>
<p>Standar moral pada tahap ini didasarkan pada pemenuhan harapan keluarga, teman dan masyarakat sekitar. Hanya sebagian manusia dewasa yang rasional dan berpengalaman memiliki kemampuan merefleksikan secara kritis standar moral konvensional yang diwariskan keluarga, teman, budaya atau agama kita. Yaitu standar moral yang tidak memihak dan yang lebih memperhatikan kepentingan orang lain, dan secara memadai menyeimbangkan perhatian terhadap orang lain dengan perhatian terhadap diri sendiri.<br />
Menurut ahli psikologi, Lawrence Kohlberg, dengan risetnya selama 20 tahun, menyimpulkan, bahwa ada 6 tingkatan (terdiri dari 3 level, masing-masing 2 tahap) yang teridentifikasi dalam perkembangan moral seseorang untuk berhadapan dengan isu-isu moral. Tahapannya adalah sebagai berikut :</p>
<p><strong>1) Level satu : Tahap Prakonvensional</strong><br />
Pada tahap pertama, seorang anak dapat merespon peraturan dan ekspektasi sosial dan dapat menerapkan label-label baik, buruk, benar dan salah.<br />
Tahap satu : Orientasi Hukuman dan Ketaatan<br />
Pada tahap ini, konsekuensi fisik sebuah tindakan sepenuhnya ditentukan oleh kebaikan atau keburukan tindakan itu. Alasan anak untuk melakukan yang baik adalah untuk menghindari hukuman atau menghormati kekuatan otoritas fisik yang lebih besar.<br />
Tahap dua : Orientasi Instrumen dan Relativitas<br />
Pada tahap ini, tindakan yang benar adalah yang dapat berfungsi sebagai instrument untuk memuaskan kebutuhan anak itu sendiri atau kebutuhan mereka yang dipedulikan anak itu.</p>
<p><strong>2) Level dua : Tahap Konvensional</strong><br />
Pada level ini, orang tidak hanya berdamai dengan harapan, tetapi menunjukkan loyalitas terhadap kelompok beserta norma-normanya. Remaja pada masa ini, dapat melihat situasi dari sudut pandang orang lain, dari perspektif kelompok sosialnya.<br />
Tahap Tiga : Orientasi pada Kesesuaian Interpersonal<br />
Pada tahap ini, melakukan apa yang baik dimotivasi oleh kebutuhan untuk dilihat sebagai pelaku yang baik dalam pandangannya sendiri dan pandangan orang lain.<br />
Tahap Empat : Orientasi pada Hukum dan Keteraturan<br />
Benar dan salah pada tahap konvensional yang lebih dewasa, kini ditentukan oleh loyalitas terhadap negara atau masyarakat sekitarnya yang lebih besar. Hukum dipatuhi kecuali tidak sesuai dengan kewajiban sosial lain yang sudah jelas.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>3) Level tiga : Tahap Postkonvensional, Otonom, atau Berprinsip</strong><br />
Pada tahap ini, seseorang tidak lagi secara sederhana menerima nilai dan norma kelompoknya. Dia justru berusaha melihat situasi dari sudut pandang yang secara adil mempertimbangkan kepentingan orang lain. Dia mempertanyakan hukum dan nilai yang diadopsi oleh masyarakat dan mendefinisikan kembali dalam pengertian prinsip moral yang dipilih sendiri yang dapat dijustifikasi secara rasional. Hukum dan nilai yang pantas adalah yang sesuai dengan prinsip-prinsip yang memotivasi orang yang rasional untuk menjalankannya.<br />
Tahap Lima : Orientasi pada Kontrak Sosial<br />
Tahap ini, seseorang menjadi sadar bahwa mempunyai beragam pandangan dan pendapat personal yang bertentangan dan menekankan cara yang adil untuk mencapai consensus dengan kesepahaman, kontrak, dan proses yang matang. Dia percaya bahwa nilai dan norma bersifat relative, dan terlepas dari consensus demokratis semuanya diberi toleransi.<br />
Tahap Enam : Orientasi pada Prinsip Etika yang Universal<br />
Tahap akhir ini, tindakan yang benar didefinisikan dalam pengertian prinsip moral yang dipilih karena komprehensivitas, universalitas, dan konsistensi. Alasan seseorang untuk melakukan apa yang benar berdasarkan pada komitmen terhadap prinsip-prinsip moral tersebut dan dia melihatnya sebagai criteria untuk mengevaluasi semua aturan dan tatanan moral yang lain.</p>
<p>Teori Kohlberg membantu kita memahami bagaimana kapasitas moral kita berkembang dan memperlihatkan bagaimana kita menjadi lebih berpengalaman dan kritis dalam menggunakan dan memahami standar moral yang kita punyai. Namun tidak semua orang mengalami perkembangan, dan banyak yang berhenti pada tahap awal sepanjang hidupnya. Bagi mereka yang tetap tinggal pada tahap prakonvensional, benar atau salah terus menerus didefinisikan dalam pengertian egosentris untuk menghindari hukuman dan melakukan apa yang dikatakan oleh figur otoritas yang berkuasa.</p>
<p>Bagi mereka yang mencapai tahap konvensional, tetapi tidak pernah maju lagi, benar atau salah selalu didefinisikan dalam pengertian norma-norma kelompok sosial mereka atau hukum Negara atau masyarakat mereka. Namun demikian, bagi yang mencapai level postkonvensional dan mengambil pandangan yang reflektif dan kritis terhadap standar moral yang mereka yakini, benar dan salah secara moral didefinisikan dalam pengertian prinsip-prinsip moral yang mereka pilih bagi mereka sendiri sebagai yang lebih rasional dan memadai.</p>
<p><strong>B. Penalaran Moral</strong><br />
Penalaran moral mengacu pada proses penalaran dimana prilaku, institusi, atau kebijakan dinilai sesuai atau melanggar standar moral. Penalaran moral selalu melibatkan dua komponen mendasar :</p>
<ol start="1">
<li>Pemahaman tentang yang dituntut, dilarang, dinilai atau disalahkan oleh standar moral yang masuk akal.</li>
<li>Bukti atau informasi yang menunjukkan bahwa orang, kebijakan, institusi, atau prilaku tertentu mempunyai ciri-ciri standar moral yang menuntut, melarang, menilai, atau menyalahkan.</li>
<li>Menganalisis Penalaran Moral</li>
</ol>
<p>Ada beberapa criteria yang digunakan para ahli etika untuk mengevaluasi kelayakan penalaran moral, yaitu :</p>
<ul>
<li>Penalaran moral harus logis.</li>
<li>Bukti factual yang dikutip untuk mendukung penilaian harus akurat, relevan dan lengkap.</li>
<li>Standar moral yang melibatkan penalaran moral seseorang harus konsisten.</li>
</ul>
<p><strong>1.3 ARGUMEN YANG MENDUKUNG DAN YANG MENENTANG ETIKA BISNIS</strong><br />
Banyak yang keberatan dengan penerapan standar moral dalam aktivitas bisnis. Bagian ini membahas keberatan-keberatan tersebut dan melihat apa yang dapat dikatakan berkenaan dengan kesetujuan untuk menerapkan etika ke dalam bisnis.<br />
Tiga keberatan atas penerapan etika ke dalam bisnis :<br />
Orang yang terlibat dalam bisnis, kata mereka hendaknya berfokus pada pencarian keuntungan finansial bisnis mereka dan tidak membuang-buang energi mereka atau sumber daya perusahaan untuk melakukan ”pekerjaan baik”. Tiga argumen diajukan untuk mendukung perusahaan ini :</p>
<p><strong>Pertama</strong>, beberapa berpendapat bahwa di pasar bebas kompetitif sempurna, pencarian keuntungan dengan sendirinya menekankan bahwa anggota masyarakat berfungsi dengan cara-cara yang paling menguntungkan secara sosial. Agar beruntung, masing-masing perusahaan harus memproduksi hanya apa yang diinginkan oleh anggota masyarakat dan harus melakukannya dengan cara yang paling efisien yang tersedia. Anggota masyarakat akan sangat beruntung jika manajer tidak memaksakan nilai-nilai pada bisnis, namun mengabdikan dirinya pada pencarian keuntungan yang berfokus.<br />
Argumen tersebut menyembunyikan sejumlah asumsi yaitu : Pertama, sebagian besar industri tidak ”kompetitif secara sempurna”, dan sejauh sejauh perusahaan tidak harus berkompetisi, mereka dapat memaksimumkan keuntungan sekalipun produksi tidak efisien. Kedua, argumen itu mengasumsikan bahwa langkah manapun yang diambil untuk meningkatkan keuntungan, perlu menguntungkan secara sosial, sekalipun dalam kenyataannya ada beberapa cara untuk meningkatkan keuntungan yang sebenarnya merugikan perusahaan : membiarkan polusi, iklan meniru, menyembunyikan cacat produksi, penyuapan. Menghindari pajak, dsb. Ketiga, argumen itu mengasumsikan bahwa dengan memproduksi apapun yang diinginkan publik pembeli, perusahaan memproduksi apa yang diinginkan oleh seluruh anggota masyarakat, ketika kenyataan keinginan sebagian besar anggota masyarakat (yang miskin dan dan tidak diuntungkan) tidak perlu dipenuhi karena mereka tidak dapat berpartisipasi dalam pasar. Keempat, argumen itu secara esensial membuat penilaian normatif.</p>
<p><strong>Kedua</strong>, Kadang diajukan untuk menunjukan bahwa manajer bisnis hendaknya berfokus mengejar keuntungan perusahaan mereka dan mengabaikan pertimbangan etis, yang oleh Ale C. Michales disebut ”argumen dari agen yang loyal”. Argumen tersebut secara sederhana adalah sbb :<br />
Sebagai agen yang loyal dari majikannya manajer mempunyai kewajiban untuk melayani majikannya ketika majikan ingin dilayani (jika majikan memiliki keakhlian agen).<br />
Majikan ingin dilayani dengan cara apapun yang akan memajukan kepentingannya sendiri. Dengan demikian sebagai agen yang loyal dari majikannya, manajer mempunyai kewajiban untuk melayani majikannya dengan cara apapun yang akan memajukan kepentingannya.<br />
Argumen agen yang loyal adalah keliru, karena ”dalam menentukan apakah perintah klien kepada agen masuk akal atau tidak&#8230; etika bisnis atau profesional harus mempertimbangkan” dan ”dalam peristiwa apapun dinyatakan bahwa agen mempunyai kewajiban untuk tidak melaksanakan tindakan yang ilegal atau tidak etis”. Dengan demikian, kewajiban manajer untuk mengabdi kepada majikannya, dibatasi oleh batasan-batasan moralitas.</p>
<p><strong>Ketiga</strong>, untuk menjadi etis cukuplah bagi orang-orang bisnis sekedar mentaati hukum :<br />
Etika bisnis pada dasarnya adalah mentaati hukum.<br />
Terkadang kita salah memandang hukum dan etika terlihat identik. Benar bahwa hokum tertentu menuntut perilaku yang sama yang juga dituntut standar moral kita. Namun demikian, hukum dan moral tidak selalu serupa. Beberapa hukum tidak punya kaitan dengan moralitas, bahkan hukum melanggar standar moral sehingga bertentangan dengan moralitas, seperti hukum perbudakan yang memperbolehkan kita memperlakukan budak sebagai properti. Jelas bahwa etika tidak begitu saja mengikuti hukum.<br />
Namun tidak berarti etika tidak mempunyai kaitan dengan hukum. Standar Moral kita kadang dimasukan ke dalam hukum ketika kebanyakan dari kita merasa bahwa standar moral harus ditegakkan dengan kekuatan sistem hukum sebaliknya, hukum dikritik dan dihapuskan ketika jelas-jelas melanggar standar moral.<br />
<strong>Kasus etika dalam bisnis :</strong><br />
Etika seharusnya diterapkan dalam bisnis dengan menunjukan bahwa etika mengatur semua aktivitas manusia yang disengaja, dan karena bisnis merupakan aktitivitas manusia yang disengaja, etika hendaknya juga berperan dalam bisnis. Argumen lain berpandangan bahwa, aktivitas bisnis, seperti juga aktivitas manusia lainnya, tidak dapat eksis kecuali orang yang terlibat dalam bisnis dan komunitas sekitarnya taat terhadap standar minimal etika. Bisnis merupakan aktivitas kooperatif yang eksistensinya mensyaratkan perilaku etis.<br />
Dalam masyarakat tanpa etika, seperti ditulis oleh filsuf Hobbes, ketidakpercayaan dan kepentingan diri yang tidak terbatas akan menciptakan ”perang antar manusia terhadap manusia lain”, dan dalam situasi seperti itu hidup akan menjadi ”kotor, brutal, dan dangkal”.</p>
<p>Karenanya dalam masyarakat seperti itu, tidak mungkin dapat melakukan aktivitas bisnis, dan bisnis akan hancur. Katena bisnis tidak dapat bertahan hidup tanpa etika, maka kepentingan bisnis yang paling utama adalah mempromosikan perilaku etika kepada anggotanya dan juga masyarakat luas.<br />
Etika hendaknya diterapkan dalam bisnis dengan menunjukan bahwa etika konsisten dengan tujuan bisnis, khususnya dalam mencari keuntungan.</p>
<p>Contoh Merck dikenal karena budaya etisnya yang sudah lama berlangsung, namun ia tetap merupakan perusahaan yang secara spektakuler mendapatkan paling banyak keuntungan sepanjang masa.<br />
Apakah ada bukti bahwa etika dalam bisnis secara sistematis berkorelasi dengan profitabilitas? Apakah Perusahaan yang etis lebih menguntungkan dapripada perusahaan lainnya ?<br />
Beberapa studi menunjukan hubungan yang positif antara perilaku yang bertanggung jawab secara sosial dengan profitabilitas, beberapa tidak menemukan korelasi bahwa etika bisnis merupakan beban terhadap keuntungan. Studi lain melihat, perusahaan yang bertanggung jawab secara sosial bertransaksi di pasar saham, memperoleh pengembalian yang lebih tinggi daripada perusahaan lainnya. Semua studi menunjukan bahwa secara keseluruhan etika tidak memperkecil keuntungan, dan tampak justru berkontribusi pada keuntungan.<br />
Dalam jangka panjang, untuk sebagian besar, lebih baik menjadi etis dalam bisnis dari pada tidak etis. Meskipun tidak etis dalam bisnis kadang berhasil, namun perilaku tidak etis ini dalam jangka panjang, cenderung menjadi kekalahan karena meruntuhkan hubungan koperatif yang berjangka lama dengan pelanggan, karyawan dan anggota masyarakat dimana kesuksesan disnis sangat bergantung.<br />
Akhirnya kita harus mengetahui ada banyak bukti bahwa sebagian besar orang akan menilai perilaku etis dengan menghukum siapa saja yang mereka persepsi berperilaku tidak etis, dan menghargai siapa saja yang mereka persepsi berperilaku etis. Pelanggan akan melawan perusahaan jika mereka mempersepsi ketidakadilan yang dilakukan perusahaan dalam bisnis lainnya, dan mengurangi minat mereka untuk membeli produknya. Karyawan yang merasakan ketidakadilan, akan menunjukan absentisme lebih tinggi, produktivitas lebih rendah, dan tuntutan upah lebih tinggi. Sebaliknya, ketika karyawan percaya bahwa organisasi adil, akan senang mengikuti manajer.</p>
<p>Melakukan apapun yang dikatakan manajer, dan memandang keputusan manajer sah. Ringkasnya, etika merupakan komponen kunci manajemen yang efektif.<br />
Dengan demikian, ada sejumlah argumen yang kuat, yang mendukung pandangan bahwa etika hendaknya diterapkan dalam bisnis.</p>
<p><strong>1.4 TANGGUNG JAWAB DAN KEWAJIBAN MORAL</strong><br />
Kapankah secara moral seseorang bertanggung jawab atau disalahkan, karena melakukan kesalahan? Seseorang secara moral bertanggung jawab atas tindakannya dan efek-efek merugikan yang telah diketahui ;<br />
a. Yang dilakukan atau dilaksanakan seseorang dengan sengaja dan secara bebas<br />
b. Yang gagal dilakukan atau dicegah dan yang secara moral keliru karena orang itu dengan sengaja atau secara bebas gagal melaksanakan atau mencegahnya.</p>
<p>Ada kesepakatan umum, bahwa ada dua kondisi yang sepenuhnya menghilangkan tanggung jawab moral seseorang karena menyebabkan kerugian ;</p>
<ol start="1">
<li>Ketidaktahuan</li>
<li>Ketidakmampuan</li>
</ol>
<p>Keduanya disebut kondisi yang memaafkan karena sepenuhnya memaafkan orang dari tanggung jawab terhadap sesuatu. Jika seseorang tidak mengetahui, atau tidak dapat menghindari apa yang dia lakukan, kemudian orang itu tidak berbuat secara sadar, ia bebas dan tidak dapat dipersalahkan atas tindakannya.</p>
<p>Namun, ketidaktahuan dan ketidakmampuan tidak selalu memaafkan seseorang, salah satu pengecualiannya adalah ketika seseorang mungkin secara sengaja, membiarkan dirinya tidak mau mengetahui persoalan tertentu.<br />
Ketidakmampuan bisa jadi merupakan akibat lingkungan internal dan eksternal yang menyebabkan seseorang tidak dapat melakukan sesuatu atau tidak dapat menahan melakukan sesuatu. Seseorang mungkin kekurangan kekuasaan, keahlian, kesempatan atau sumber daya yang mencukupi untuk bertindak. Seseorang mungkin secara fisik terhalang atau tidak dapat bertindak, atau pikiran orang secara psikologis cacat sehingga mencegahnya mengendalikan tindakannya. Ketidakmampuan mengurangi tanggung jawab karena seseorang tidak mempunyai tanggung jawab untuk melakukan (atau melarang melakukan) sesuatu yang tidak dapat dia kendalikan. Sejauh lingkungan menyebabkan seseorang tidak dapat mengendalikan tindakannya atau mencegah kerugian tertentu, adalah keliru menyalahkan orang itu.<br />
Sebagai tambahan atas dua kondisi yang memaklumkan itu (ketidaktahuan dan ketidakmampuan), yang sepenuhnya menghilangkan tanggung jawab moral seseorang karena kesalahan, ada juga beberapa faktor yang memperingan, yang meringankan tanggung jawab moral seseorang yang tergantung pada kejelasan kesalahan. Faktor yang memperingan mencakup :</p>
<ul>
<li>Lingkungan yang mengakibatkan orang tidak pasti, namun tidak juga tidak yakin tentang apa yang sedang dia lakukan ( hal tersebut mempengaruhi pengetahuan seseorang)</li>
<li>Lingkungan yang menyulitkan, namun bukan tidak mungkin untuk menghindari melakukannya (hal ini mempengaruhi kebebasan seseorang)</li>
<li>Lingkungan yang mengurangi namun tidak sepenuhnya menghilangkan keterlibatan seseorang dalam sebuah tindakan (ini mempengaruhi tingkatan sampai dimana seseorang benar-benar menyebabkan kerugian)</li>
</ul>
<p>Hal tersebut dapat memperingan tanggung jawab seseorang karena kelakuan yang keliru yang tergantung pada faktor keempat, yaitu keseriusan kesalahan.<br />
Kesimpulan mendasar tentang tanggung jawab moral atas kesalahan atau kerugian yang memperingan tanggung jawab moral seseorang yaitu :</p>
<ol start="1">
<li>Secara moral individu, bertanggung jawab atas tindakan yang salah yang dia lakukan (atau yang secara keliru dia lalaikan) dan atas efek-efek kerugian yang disebabkan (atau yang gagal dia cegah) ketika itu dilakukan dengan bebas dan sadar.</li>
<li>Tanggung jawab moral sepenuhnya dihilangkan (atau dimaafkan) oleh ketidaktahuan dan ketidakmampuan</li>
<li>Tanggung jawab moral atas kesalahan atau kerugian diringankan oleh :</li>
</ol>
<ul>
<li>Ketidak pastian</li>
<li>Kesulitan</li>
</ul>
<p>Bobot keterlibatan yang kecil (meskipun kegagalan tidak memperingan jika seseorang mempunyai tugas khusus untuk mencegah kesalahan), namun cakupan sejauh mana hal-hal tersebut memperingan tanggung jawab moral seseorang kepada (dengan) keseriusan kesalahan atau kerugian. Semakin besar keseriusannya, semakin kecil ketiga factor pertama tadi dapat meringankan.<br />
Para kritikus berdebat, apakah semua faktor yang meringankan itu benar-benar mempengaruhi tanggung jawab seseorang? Beberapa berpendapat bahwa, kejahatan tidak pernah diterima, tidak peduli tekanan apakah yang terjadi pada seseorang. Kritikus lain berpendapat, membiarkan secara pasif suatu kesalahan terjadi, tidak berbeda dengan secara aktif menyebabkan suatu kesalahan terjadi.</p>
<p><strong>A. Tanggung Jawab Perusahaan</strong><br />
Dalam perusahaan modern, tanggung jawab atas tindakan perusahaan sering didistribusikan kepada sejumlah pihak yang bekerja sama. Tindakan perusahaan biasanya terdiri atas tindakan atau kelalaian orang-orang berbeda yang bekerja sama sehingga tindakan atau kelalaian mereka bersama-sama menghasilkan tindakan perusahaan. Jadi, siapakah yang bertanggung jawab atas tindakan yang dihasilkan bersama-sama itu?<br />
Pandangan tradisional berpendapat bahwa mereka yang melakukan secara sadar dan bebas apa yang diperlukan perusahaan, masing-masing secara moral bertanggung jawab.<br />
Lain halnya pendapat para kritikus pandangan tradisional, yang menyatakan bahwa ketika sebuah kelompok terorganisasi seperti perusahaan bertindak bersama-sama, tindakan perusahaan mereka dapat dideskripsikan sebagai tindakan kelompok, dan konsekuensinya tindakan kelompoklah, bukan tindakan individu, yang mengharuskan kelompok bertanggung jawab atas tindakan tersebut.<br />
Kaum tradisional membantah bahwa, meskipun kita kadang membebankan tindakan kepada kelompok perusahaan, fakta legal tersebut tidak mengubah realitas moral dibalik semua tindakan perusahaan itu. Individu manapun yang bergabung secara sukarela dan bebas dalam tindakan bersama dengan orang lain, yang bermaksud menghasilkan tindakan perusahaan, secara moral akan bertanggung jawab atas tindakan itu.<br />
Namun demikian, karyawan perusahaan besar tidak dapat dikatakan “dengan sengaja dan dengan bebas turut dalam tindakan bersama itu” untuk menghasilkan tindakan perusahaan atau untuk mengejar tujuan perusahaan.</p>
<p>Seseorang yang bekerja dalam struktur birokrasi organisasi besar tidak harus bertanggung jawab secara moral atas setiap tindakan perusahaan yang turut dia bantu, seperti seorang sekretaris, juru tulis, atau tukang bersih-bersih di sebuah perusahaan. Faktor ketidaktahuan dan ketidakmampuan yang meringankan dalam organisasi perusahaan birokrasi berskala besar, sepenuhnya akan menghilangkan tanggung jawab moral orang itu.</p>
<p><strong>B. Tanggung Jawab Bawahan</strong><br />
Dalam perusahaan, karyawan sering bertindak berdasarkan perintah atasan mereka.<br />
Perusahaan biasanya memiliki struktur yang lebih tinggi ke beragam agen pada level yang lebih rendah. Jadi, siapakah yang harus bertanggung jawab secara moral ketika seorang atasan memerintahkan bawahannya untuk melakukan tindakan yang mereka ketahui salah.<br />
Orang kadang berpendapat bahwa, ketika seorang bawahan bertindak sesuai dengan perintah atasannya yang sah, dia dibebaskan dari semua tanggung jawab atas tindakan itu.<br />
Hanya atasan yang secara moral bertanggung jawab atas tindakan yang keliru, bahkan jika bawahan adalah agen yang melakukannya. Pendapat tersebut keliru, karena bagaimanapun tanggung jawab moral menuntut seseorang bertindak secara bebas dan sadar, dan tidak relevan bahwa tindakan seseorang yang salah merupakan pilihan secara bebas dan sadar mengikuti perintah. Ada batas-batas kewajiban karyawan untuk mentaati atasannya. Seorang karyawan tidak mempunyai kewajiban untuk mentaati perintah melakukan apapun yang tidak bermoral.<br />
Dengan demikian, ketika seorang atasan memerintahkan seorang karyawan untuk melakukan sebuah tindakan yang mereka ketahui salah, karyawan secara moral bertanggung jawab atas tindakan itu jika dia melakukannya. Atasan juga bertanggung jawab secara moral, karena fakta atasan menggunakan bawahan untuk melaksanakan tindakan yang salah tidak mengubah fakta bahwa atasan melakukannya.</p>
<p><strong>HAL – HAL YANG MENARIK</strong></p>
<ol start="1">
<li><strong>Dasar Etika adalah Moral</strong>Apa yang dimaksud dengan etika? Menurut kamus ada banyak arti dari etika diantaranya adalah :</li>
<ul>
<li>Prinsip – prinsip yang digunakan untuk mengatur prilaku individu atau kelompok</li>
<li>Pelajaran tentang moral</li>
</ul>
</ol>
<p>Definisi Moralitas adalah :<br />
“Aturan-aturan yang dimiliki perorangan atau kelompok tentang apa-apa yang benar dan apa-apa yang salah, atau apa-apa yang baik dan yang jahat.”<br />
Sedangkan yang dimaksud dengan standar moral adalah :<br />
“Norma-norma yang kita miliki tentang jenis-jenis tindakan yang kita percaya secara moral benar atau salah.”</p>
<ol start="2">
<li><strong>Moral Lebih ke Arah Individu</strong><br />
Organisasi perusahaan akan eksis bila :<br />
“Ada individu – individu manusia dengan hubungan dan lingkungan tertentu.”<br />
Karena tindakan perusahaan dilakukan oleh pilihan dan tindakan individu-individu di dalamnya. Maka individu-individu tadi yang harus dilihat sebagai penghalang dan pelaksana utama dari tugas moral, tanggung jawab moral perusahaan.<br />
Individu-individu manusia tadi bertanggung jawab pada apa yang dilakukan oleh perusahaan, karena tindakan perusahaan berlangsung karena pilihan-pilihan mereka dan prilaku individu-individu tadi. Sehingga perusahaan mempunyai tugas moral untuk melakukan sesuatu bila anggota perusahaan tersebut mempunyai tanggung jawab moral untuk melakukan sesuatu.</li>
</ol>
<ol start="3">
<li><strong>Pencapai Tetinggi dari Etika adalah Berorientasi pada Prinsip Etika Universal</strong><br />
Tingkat final, tindakan yang benar dilakukan berdasarkan prinsip moral karena logis, universality dan konsistensi.<br />
Universality artinya suara hati, di dalam istilah ESQ disebut anggukan universal yang mengacu kepada God Spot.</li>
</ol>
<ol start="4">
<li><strong>Kasus WorldCom dan Enron</strong><br />
4.1 Kasus WorldCom<br />
Di dalam laporan keuangan WorldCom’s, Scott Sulivan memindahkan $ 400 juta dari reserved account ke “income”. Dia juga selama bertahun-tahun melaporkan trilyunan dolar biaya operasi sebagai “capital expenditure”.<br />
Dia bisa melakukan ini dengan bantuan firm accounting dan auditor terkenal “Arthur Andersen”. Padahal Scott Sullivan, pernah mendapat penghargaan sebagai Best CFO oleh CFO Magazine tahun 1998.<br />
4.2 Kasus Enron<br />
Pada terbitan April 2001, majalah Fortune menjuluki Enron sebagai perusahaan paling innovative di Amerika “Most Innovative” dan menduduki peringkat 7 besar perusahaan di Amerika. Enam bulan kemudian (Desember 2001) Enron diumumkan bangkrut.<br />
Kejadian ini dijuluki sebagai “Penipuan accounting terbesar di abad ke 20”. Dua belas ribu karyawan kehilangan pekerjaan. Pemegang saham-saham Enron kehilangan US$ 70 Trilyun dalam sekejap ketika nilai sahamnya turun menjadi nol.<br />
Kejadian ini terjadi dengan memanfaatkan celah di bidang akuntansi. Andrew Fastow, Chief Financial officer bekerjasama dengan akuntan public Arthur Andersen, memanfaatkan celah di bidang akuntansi, yaitu dengan menggunakan “special purpose entity”, karena aturan accounting memperbolehkan perusahaan untuk tidak melaporkan keuangan special purpose entity bila ada pemilik saham independent dengan nilai minimum 3%.<br />
Dengan special purpose entity tadi, kemudian meminjam uang ke bank dengan menggunakan jaminan saham Enron. Uang hasil pinjaman tadi digunakan untuk menghidupi bisnis Enron.<br />
4.3 Bahasan Kasus<br />
Dari kasus WorldCom’s dan Enron diatas, dapat diamati bahwa walaupun sudah ada aturan yang jelas mengatur system accounting, tetapi kalau manusia yang mengatur tadi tidak bermoral dan tidak beretika maka mereka akan memanfaatkan celah yang ada untuk kepentingan mereka.<br />
4.4 Pandangan Velasquez tentang Etika Bisnis di Arab Saudi<br />
Menurut Velasquez, Arab Saudi adalah tempat kelahiran Islam, yang menggunakan landasan Islam Suni sebagai hukum, kebijakan dan system sosialnya. Tetapi di Arab Saudi tidak dikenal “basic right” (keadilan dasar, seperti tidak ada demokrasi, tidak ada kebebasan berbicara, tidak ada kebebasan pers, tidak mengenal peradilan dengan system juri, tidak mengenal kebebasan beragama dan diskriminasi terhadap wanita. Sehingga menurut Velasquez, di Arab Saudi tidak mengenal hak azazi manusia.</li>
</ol>
<p>BAHASAN<br />
Velasquez menyatakan, Arab Saudi adalah contoh Etika Islam, dengan alasan sederhana karena Islam lahir disana. Tetapi dia lupa bahwa Agama Kristen dan Yahudi juga tidak lahir di Eropa atau di Amerika. Dia mengeneralisir bahwa Arab Saudi adalah Islam.<br />
Padahal Arab Saudi bukan merupakan penggambaran negara Islam yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW. Dalam jaman Rasul dan empat sahabat penerusnya dikenal istilah demokrasi dan kebebasan beragama.</p>
<p><strong>HAL – HAL MENARIK MENJADI BAHAN DISKUSI</strong></p>
<ol start="1">
<li><strong>Bagaimana pendekatan etika yang harus out-in atau in-out</strong></li>
<ul>
<li>Out- in adalah proses pengawasan dari luar ke dalam, harus ada aturan main atau bisnis proses yang jelas dan transparan sehingga etika bisnis bisa berjalan,</li>
</ul>
</ol>
<p>misalnya ada good corporate governance, balance scorecard, atau Malcolm baldrige</p>
<ol start="1">
<ul>
<li>In- out adalah pendekatan dari sisi individu pelaku bisnis, pelaku dari etika adalah individu dan setiap individu harus menjalankan etika bisnis.</li>
<li>Dalam kasus Enron dan WorldCom’s, walaupun sudah ada system yang sangat baik dan well defined is organized, masih saja “oknum” manusia mencari celah diantara aturan main tersebut.</li>
<li>Bagaimanakah sebaiknya implementasi etika bisnis yang baik, dengan pendekatan in-out, out-in, atau ambivalent dengan menerapkan keduanya.</li>
</ul>
</ol>
<ol start="2">
<li><strong>Apakah etika itu pesan universal horizontal – kewajiban vertical</strong></li>
<ul>
<li>Dasar dari etika adalah kajian terhadap moralitas, dan moralitas tadi mengaju kepada individu.</li>
<li>Sedangkan pencapai tertinggi dari moral adalah Orientasi Prinsip Etis Universal</li>
<li>Velasquez menyatakan etika itu lebih abstrak daripada “Ten Commandements”</li>
<li>Apakah etika itu pesan universal horizontal (manusia ke manusia) minus nilai kewajiban vertical (Agama) ?</li>
</ul>
</ol>
<p><strong>CONTOH PELANGGARAN ETIKA BISNIS</strong></p>
<ul>
<li><strong>Pelanggaran etika bisnis terhadap hukum</strong></li>
</ul>
<p>Sebuah perusahaan X karena kondisi perusahaan yang pailit akhirnya memutuskan untuk Melakukan PHK kepada karyawannya. Namun dalam melakukan PHK itu, perusahaan sama sekali tidak memberikan pesongan sebagaimana yang diatur dalam UU No. 13/2003 tentang Ketenagakerjaan. Dalam kasus ini perusahaan x dapat dikatakan melanggar prinsip kepatuhan terhadap hukum.</p>
<ul>
<li><strong>Pelanggaran etika bisnis terhadap transparansi</strong></li>
</ul>
<p>Sebuah Yayasan X menyelenggarakan pendidikan setingkat SMA. Pada tahun ajaran baru sekolah mengenakan biaya sebesar Rp 500.000,- kepada setiap siswa baru. Pungutan sekolah ini sama sekali tidak diinformasikan kepada mereka saat akan mendaftar, sehingga setelah diterima mau tidak mau mereka harus membayar. Disamping itu tidak ada informasi maupun penjelasan resmi tentang penggunaan uang itu kepada wali murid.<br />
Setelah didesak oleh banyak pihak, Yayasan baru memberikan informasi bahwa uang itu dipergunakan untuk pembelian seragama guru. Dalam kasus ini, pihak Yayasan dan sekolah dapat dikategorikan melanggar prinsip transparansi</p>
<ul>
<li><strong>Pelanggaran etika bisnis terhadap akuntabilitas</strong></li>
</ul>
<p>Sebuah RS Swasta melalui pihak Pengurus mengumumkan kepada seluruh karyawan yang akan mendaftar PNS secara otomotais dinyatakan mengundurkan diri. A sebagai salah seorang karyawan di RS Swasta itu mengabaikan pengumuman dari pihak pengurus karena menurut pendapatnya ia diangkat oleh Pengelola dalam hal ini direktur, sehingga segala hak dan kewajiban dia berhubungan dengan Pengelola bukan Pengurus. Pihak Pengelola sendiri tidak memberikan surat edaran resmi mengenai kebijakan tersebut.<br />
Karena sikapnya itu, A akhirnya dinyatakan mengundurkan diri. Dari kasus ini RS Swasta itu dapat dikatakan melanggar prinsip akuntabilitas karena tidak ada kejelasan fungsi, pelaksanaan dan pertanggungjawaban antara Pengelola dan Pengurus Rumah Sakit</p>
<ul>
<li><strong>Pelanggaran etika bisnis terhadap prinsip pertanggungjawaban</strong></li>
</ul>
<p>Sebuah perusahaan PJTKI di Jogja melakukan rekrutmen untuk tenaga baby sitter. Dalam pengumuman dan perjanjian dinyatakan bahwa perusahaan berjanji akan mengirimkan calon TKI setelah 2 bulan mengikuti training dijanjikan akan dikirim ke negara-negara tujuan. Bahkan perusahaan tersebut menjanjikan bahwa segala biaya yang dikeluarkan pelamar akan dikembalikan jika mereka tidak jadi berangkat ke negara tujuan. B yang terarik dengan tawaran tersebut langsung mendaftar dan mengeluarkan biaya sebanyak Rp 7 juta untuk ongkos administrasi dan pengurusan visa dan paspor. Namun setelah 2 bulan training, B tak kunjung diberangkatkan, bahkan hingga satu tahun tidak ada kejelasan. Ketika dikonfirmasi, perusahaan PJTKI itu selalu berkilah ada penundaan, begitu seterusnya. Dari kasus ini dapat disimpulkan bahwa Perusahaan PJTKI tersebut telah melanggar prinsip pertanggungjawaban dengan mengabaikan hak-hak B sebagai calon TKI yang seharusnya diberangnka ke negara tujuan untuk bekerja.</p>
<ul>
<li><strong>Pelanggaran etika bisnis terhadap prinsip kewajaran</strong></li>
</ul>
<p>Sebuah perusahaan property ternama di Yogjakarta tidak memberikan surat ijin membangun rumah dari developer kepada dua orang konsumennya di kawasan kavling perumahan milik perusahaan tersebut. Konsumen pertama sudah memenuhi kewajibannya membayar harga tanah sesuai kesepakatan dan biaya administrasi lainnya.<br />
Sementara konsumen kedua masih mempunyai kewajiban membayar kelebihan tanah, karena setiap kali akan membayar pihak developer selalu menolak dengan alasan belum ada ijin dari pusat perusahaan (pusatnya di Jakarta). Yang aneh adalah di kawasan kavling itu hanya dua orang ini yang belum mengantongi izin pembangunan rumah, sementara 30 konsumen lainnya sudah diberi izin dan rumah mereka sudah dibangun semuannya. Alasan yang dikemukakan perusahaan itu adalah ingin memberikan pelajaran kepada dua konsumen tadi karena dua orang ini telah memprovokasi konsumen lainnya untuk melakukan penuntutan segera pemberian izin pembangunan rumah. Dari kasus ini perusahaan property tersebut telah melanggar prinsip kewajaran (fairness) karena tidak memenuhi hak-hak stakeholder (konsumen) dengan alasan yang tidak masuk akal.</p>
<ul>
<li><strong>Pelanggaran etika bisnis terhadap prinsip kejujuran</strong></li>
</ul>
<p>Sebuah perusahaan pengembang di Sleman membuat kesepakatan dengan sebuah perusahaan kontraktor untuk membangun sebuah perumahan. Sesuai dengan kesepakatan pihak pengembang memberikan spesifikasi bangunan kepada kontraktor. Namun dalam pelaksanaannya, perusahaan kontraktor melakukan penurunan kualitas spesifikasi bangunan tanpa sepengetahuan perusahaan pengembang. Selang beberapa bulan kondisi bangunan sudah mengalami kerusakan serius. Dalam kasus ini pihak perusahaan kontraktor dapat dikatakan telah melanggar prinsip kejujuran karena tidak memenuhi spesifikasi bangunan yang telah disepakati bersama dengan perusahaan pengembang</p>
<ul>
<li><strong>Pelanggaran etika bisnis terhadap prinsip empati</strong></li>
</ul>
<p>Seorang nasabah, sebut saja X, dari perusahaan pembiayaan terlambat membayar angsuran mobil sesuai tanggal jatuh tempo karena anaknya sakit parah. X sudah memberitahukan kepada pihak perusahaan tentang keterlambatannya membayar angsuran, namun tidak mendapatkan respon dari perusahaan. Beberapa minggu setelah jatuh tempo pihak perusahaan langsung mendatangi X untuk menagih angsuran dan mengancam akan mengambil mobil yang masih diangsur itu. Pihak perusahaan menagih dengan cara yang tidak sopan dan melakukan tekanan psikologis kepada nasabah. Dalam kasus ini kita dapat mengakategorikan pihak perusahaan telah melakukan pelanggaran prinsip empati pada nasabah karena sebenarnya pihak perusahaan dapat memberikan peringatan kepada nasabah itu dengan cara yang bijak dan tepat.</p>
<p><em>Sumber :</em></p>
<p>Ditulis oleh Fitriansyah Hambali, SE., MM. &amp; Dr. Herry Sussanto</p>
<p>http://www.anneahira.com/artikel-umum/etika-bisnis.htm</p>
<p>http://adesyams.blogspot.com/2009/09/tentang-etika-bisnis.html</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ntann.wordpress.com/788/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ntann.wordpress.com/788/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ntann.wordpress.com/788/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ntann.wordpress.com/788/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ntann.wordpress.com/788/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ntann.wordpress.com/788/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ntann.wordpress.com/788/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ntann.wordpress.com/788/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ntann.wordpress.com/788/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ntann.wordpress.com/788/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ntann.wordpress.com/788/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ntann.wordpress.com/788/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ntann.wordpress.com/788/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ntann.wordpress.com/788/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ntann.wordpress.com&amp;blog=4264876&amp;post=788&amp;subd=ntann&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ntann.wordpress.com/2011/10/10/softskill-etika-bisnis-materi-dan-teori-etika-bisnis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c4c0ccf8f2eb685136c20202d515a8d2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ntann</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>[STUPID] English conversation :Bule VS Tukang Mi ayam</title>
		<link>http://ntann.wordpress.com/2011/10/03/stupid-english-conversation-bule-vs-tukang-mi-ayam/</link>
		<comments>http://ntann.wordpress.com/2011/10/03/stupid-english-conversation-bule-vs-tukang-mi-ayam/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Oct 2011 13:26:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ntann</dc:creator>
				<category><![CDATA[Just Talk Around]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ntann.wordpress.com/?p=778</guid>
		<description><![CDATA[Sambil menunggu dosen yang belum datang, 3 bocah bodoh yang udah stand by duduk di barisan depan iseng membuat permainan yang tak kalah bodohnya : Main sandiwara2an pake bahasa inggris. Tanpa script, tanpa latihan, percakapan amburadul yang berlangsung sekitar 15 menitan itu spontan bikin perut kram dan rahang kaku. HERE WE GO! &#8220;Bule vs Tukang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ntann.wordpress.com&amp;blog=4264876&amp;post=778&amp;subd=ntann&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sambil menunggu dosen yang belum datang, 3 bocah bodoh yang udah stand by duduk di barisan depan iseng membuat permainan yang tak kalah bodohnya : <strong>Main sandiwara2an pake bahasa inggris</strong><em>. </em>Tanpa script, tanpa latihan, percakapan amburadul yang berlangsung sekitar 15 menitan itu spontan bikin perut kram dan rahang kaku. HERE WE GO!</p>
<p style="text-align:center;"><strong><em>&#8220;Bule vs Tukang Mi Ayam&#8221;</em></strong></p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://ntann.files.wordpress.com/2011/10/secret-laugh.png"><img class="aligncenter size-full wp-image-780" title="secret laugh" src="http://ntann.files.wordpress.com/2011/10/secret-laugh.png?w=692" alt=""   /></a></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Pemain :</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Intan (I) sebagai bule nyasar</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Ola (O)sebagai pemilik kedai mi ayam</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Mae (M) sebagai..sebagai apa sih, asisten tukang mi ayam kali? kebanyakan ketawa aja kerjaaannya!</strong></p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://ntann.files.wordpress.com/2011/10/ngupil.gif"><img class="aligncenter size-full wp-image-784" title="ngupil" src="http://ntann.files.wordpress.com/2011/10/ngupil.gif?w=692" alt=""   /></a></p>
<p><strong>I</strong> : Excuse me…assalammualaikum! (cengkok arab yang faseh)</p>
<p><strong>O</strong> : waalaikumsalam! what can I do for you?</p>
<p><strong>I</strong> : I’m so hungry. I want to eat!</p>
<p><strong>O</strong> : we provide chicken noodle with meatballs and…pangsit apaan dah tan bahasa inggrisnya?<span id="more-778"></span></p>
<p><strong>I</strong> : (Bule ketawa. gak bisa jawab pertanyaan tukang mi ayam)</p>
<p><strong>O</strong> : …and…a sheet..a sheet (pgn bilang lembaran pangsit tapi belibet) ya pokoknya it contains chicken with garlic. enak!</p>
<p><strong>I</strong> : oke. I want it. One please.</p>
<p><strong>O</strong> : Oya we provide 3 sauce here. the first sauce is…is…sambel uleg. (garuk2 pala)</p>
<p><strong>I</strong> : Hmm. (setengah mati nahan ketawa) can you add it to my food please?</p>
<p><strong>O</strong> : (kesel karena susah jawab pertanyaan si bule) ah elah, lu tuangin aja tu sambel sendiri!</p>
<p><strong>I</strong> : OMG. so I must served by myself?? (tenses sangatlah kacau)</p>
<p><strong>O</strong> : IYES! (sewot) do you want to drink?</p>
<p><strong>I</strong> : Yes, beer please.</p>
<p><strong>O+M</strong> : (Melotot bareng) we…we don’t have beer. it’s moslem canteen (napa tiba2 jadi kantin ? -_-a)</p>
<p><strong>I</strong> : Moslem?</p>
<p><strong>O</strong> : Yes, you don’t look this??? this is moslem! (dengan emosi nunjuk2 jilbab yang dipake)</p>
<p><strong>I</strong> : What is that? ooh…I think it use when the rain come! (sambil nunjuk jilbabnya)</p>
<p><strong>O</strong> : (mulut ngedumel. nyaris sewot karena saya mulai jadi bule yang seenaknya hihi) NO! NO! for rain is umbrella. You know umbrella?? rihanna tuh…umbrella! ella&#8230;ella..e..e..e..</p>
<p><strong>I</strong> : oh..sorry. Oke, 1 ice lemon tea please. don’t too sweet.</p>
<p>(ola sama mae langsung ketawa guling2. don’t too sweet???? kampung bgt tuh bahasa! haha)</p>
<p><strong>O</strong> : with a little of sugar taaan….bukan don’t too sweet! dasar bugil, bule gila!</p>
<p><strong>I</strong> : (nyengir. trus ceritanya nyicipin makanan. muka langsung sepet)</p>
<p><strong>O</strong> : WHY??</p>
<p><strong>I</strong> : o my god…your food is sooo tasteless! you must be forget to add salt</p>
<p><strong>O</strong> : Masa?? no..no..!</p>
<p>I : aarggh….i never want to pay this food. this is so bad!</p>
<p>O : Gih dah sono! go away from here! dasar bumin!</p>
<p><strong>I</strong> : Bumin? apaan tuh?</p>
<p><strong>O</strong> : BULE MISKIN!</p>
<p>Sandiwara babak 1 diakhiri dengan ketawa gila-gilaan. sampai beberapa menit kemudian kami bertiga bengong. kehabisan energi. Saya meminta agar sandiwara ini dilanjutkan di babak 2, dan memutuskan secara sepihak untuk kembali menjadi bule. Settingsnya kali ini bukan di kedai mi ayam, tapi di kampus.</p>
<p><strong>I</strong> : excuse me..</p>
<p><strong>O</strong> : what can I do for you?</p>
<p><strong>I</strong> : AELAH! what can I do for you mulu! ganti napa! (bule protes)</p>
<p><strong>O</strong> : iyee…iyee nih gue ganti. can I help you??</p>
<p><strong>I</strong> : I will go to library. can you show me the way to go there?</p>
<p><strong>M</strong> : (nyerobot) left,go a head…HAHAHAHAHAHA</p>
<p><strong>I</strong> :apa bae’ itu tiba-tiba maen left-left aja… -__-</p>
<p><strong>O</strong> : you across the road, turn left…hmm….doooh rempong banget sih lo bule!</p>
<p><strong>I</strong> : YOU AGAIN?? the girl with chicken noodle yesterday??</p>
<p><strong>O</strong> : YES! IT’S ME AGAIN!! WHY?</p>
<p><strong>I</strong> : ooo my god your food so bad! iih…</p>
<p><strong>O</strong> : I don’t care!! I don’t need your money! I HATE YOU!</p>
<p>si bule malah ngakak. dengan tanpa dosa, sekali lagi nanya jalan. Begonya tukang mi ayam yang tadinya kesel ke ubun-ubun malah baik hati nunjukin jalan.</p>
<p><strong>I</strong> : gini.gini jawabnya…you must across the road, and take the public transportation number??</p>
<p><strong>O</strong> : …number D11! iya…and after that, you must say &#8220;KIRI BANG!&#8221; annd&#8230;nyampe deh di kampus H.</p>
<p><strong>I</strong> : wew. i don&#8217;t understand what you said. btw how much I pay?</p>
<p><strong>O</strong> : Dua rebu..eh&#8230;two thousand rupiah.</p>
<p><strong>I</strong> : Alright. How much I pay if I take taxi to go there??</p>
<p><strong>O</strong> : Yailah! deket begitu pake taksi. Suke-suke lo dah! dasar bule gila!</p>
<p>begitulah…English conversation yang bodoh dan asal jeblak yang spontan terjadi tadi siang. mohon maaf jika jalan ceritanya ngawur dan di luar logika. it just for fun, sambil menyelam minum air. paling enggak dari kata-kata yang belepotan kemana-mana tadi, bikin kita jadi pengen belajar dan belajar lagi. Learning by practice really interesting.</p>
<p>thanks for read this stupid article, hope you enjoy our stupidity…</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ntann.wordpress.com/778/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ntann.wordpress.com/778/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ntann.wordpress.com/778/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ntann.wordpress.com/778/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ntann.wordpress.com/778/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ntann.wordpress.com/778/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ntann.wordpress.com/778/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ntann.wordpress.com/778/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ntann.wordpress.com/778/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ntann.wordpress.com/778/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ntann.wordpress.com/778/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ntann.wordpress.com/778/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ntann.wordpress.com/778/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ntann.wordpress.com/778/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ntann.wordpress.com&amp;blog=4264876&amp;post=778&amp;subd=ntann&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ntann.wordpress.com/2011/10/03/stupid-english-conversation-bule-vs-tukang-mi-ayam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c4c0ccf8f2eb685136c20202d515a8d2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ntann</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ntann.files.wordpress.com/2011/10/secret-laugh.png" medium="image">
			<media:title type="html">secret laugh</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ntann.files.wordpress.com/2011/10/ngupil.gif" medium="image">
			<media:title type="html">ngupil</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Softskill Etika Bisnis : Komersialisasi Siaran Azan Maghrib</title>
		<link>http://ntann.wordpress.com/2011/09/22/softskill-etika-bisnis-komersialisasi-siaran-azan-maghrib/</link>
		<comments>http://ntann.wordpress.com/2011/09/22/softskill-etika-bisnis-komersialisasi-siaran-azan-maghrib/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Sep 2011 14:15:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ntann</dc:creator>
				<category><![CDATA[Campus Life!]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ntann.wordpress.com/?p=714</guid>
		<description><![CDATA[Bulan suci Ramadhan memang telah berlalu. Namun kontroversi mengenai hal yang satu ini masih terngiang-ngiang dan terasa menggantung proses penyelesaiannya. &#160; Komersialisasi azan maghrib. Setelah bertahun-tahun lamanya bulan Ramadhan datang, sepertinya baru pada Ramadhan tahun ini, para produsen produk mencium adanya  ladang emas yang menganggur pada tayangan berdurasi 3-5 menit ini. Terang saja, menurut survey [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ntann.wordpress.com&amp;blog=4264876&amp;post=714&amp;subd=ntann&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://ntann.files.wordpress.com/2011/09/presentation1.jpg"><br />
</a>Bulan suci Ramadhan memang telah berlalu. Namun kontroversi mengenai hal yang satu ini masih terngiang-ngiang dan terasa menggantung proses penyelesaiannya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Komersialisasi azan maghrib.<br />
Setelah bertahun-tahun lamanya bulan Ramadhan datang, sepertinya baru pada Ramadhan tahun ini, para produsen produk mencium adanya  ladang emas yang menganggur pada tayangan berdurasi 3-5 menit ini. Terang saja, menurut survey <em>Nielsen Newsletter</em> edisi 30 Agustus 2010 lalu, penonton TV selama Ramadhan naik 21 persen dibanding hari-hari biasa. Saat menjelang dan setelah buka puasa (16.00-19.00) jumlah pemirsa TV naik 28 persen menjadi rata-rata 10 juta orang.<br />
<span id="more-714"></span><br />
<a href="http://ntann.files.wordpress.com/2011/09/presentation1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-721" title="Presentation1" src="http://ntann.files.wordpress.com/2011/09/presentation1.jpg?w=692" alt=""   /></a></p>
<p>Tayangan adzan maghrib yang semula dimaksudkan sebagai siaran pengingat panggilan Tuhan untuk menunaikan sholat, rupanya dimanfaatkan sebesar-besarnya oleh sebagian produsen layaknya papan pamflet yang masih bersih dan kosong, belum ditempeli iklan,spanduk dan propaganda apapun.</p>
<p>Jika diperhatikan, beberapa menit sebelum adzan maghrib berkumandang saja, sudah banyak spot iklan yang tersedia dan dijejalkan dengan berbagai macam iklan produk. Sungguh tidak etis jika saat adzan pun dijadikan iklan terselubung.</p>
<p>Walaupun siaran ini tidak melanggar peraturan penyiaran, namun etika penyiarannya kurang pantas. Sehingga diperlukan upaya pembenahan ke depannya agar siaran-siaran yang bersifat layanan masyarakat tidak dijualbelikan. Jika adzan masih dijualbelikan kepada sponsor sama halnya dengan menjual panggilan Tuhan.</p>
<p>‘Selipan iklan’ dalam adzan Maghrib ini semula tak menganggu dan  tak terlihat jelas bagi beberapa orang yang memang tujuan utama menonton televisi untuk mengetahui apakah waktu berbuka puasa sudah datang atau belum. Saya pribadi tak terlalu memperhatikan. Namun seperti biasa, <em>the power of social network</em> bak alarm yang membangunkan atensi semua orang. Komersialisasi adzan maghrib pun sontak mengundang protes keras di facebook, twitter dan jejaring sosial lainnya.</p>
<p>Saya pun akhirnya penasaran dan ingin membuktikan sendiri. Suatu hari, saya mencoba memperhatikan tayangan adzan Maghrib di hampir semua stasiun TV.</p>
<p>Hasilnya mengejutkan. Rupanya memang benar ada lebih dari satu stasiun yang mengiklankan produk tertentu selama adzan maghrib berkumandang. Beberapa diantaranya sangat jelas terlihat dan tidak lagi disiasati/ditutupi dengan adegan yang bisa menyamarkan maksud ‘dagang’ si produsen. Tayangan azan maghrib yang biasanya dihiasi gambar-gambar alam yang indah, mesjid-mesjid bersejarah dan aktivitas muslim beribadah pun tergantikan dengan iklan yang ditempeli lafal adzan di bawahnya.</p>
<p>Syukurlah protes dari masyarakat tersebut kemudian ditangapi Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat. Lembaga yang bertugas mengawasi  dan memberi sanksi pada penyelenggara siaran itu melayangkan surat peringatan kepada 3 stasiun TV, TVOne, Trans TV, dan SCTV terkait penayangan azan Magrib yang disisipi iklan niaga. Dalam surat peringatannya, KPI menjelaskan bahwa penayangan iklan di azan Magrib telah mencampuradukkan format isi siaran sehingga menimbulkan ketidakpastian atas format isi program tersebut. Maksudnya, stasiun TV telah memperlakukan azan Magrib selayaknya acara program TV seperti berita atau sinetron, dan bukannya sekadar penanda waktu sholat.</p>
<p>Lagi-lagi, di bulan Ramadhan KPI punya banyak pekerjaan rumah. Setelah tahun demi tahun berlalu dengan surat-surat peringatan yang dilayangkan pada acara-acara tv spesial Ramadhan yang dianggap tidak layak tayang karena mengandung unsur humor yang kasar, merusak moral dan tak mendidik, kini KPI tak boleh lengah dengan acara-cara religius yang disisipi komersialisasi niaga yang tak sesuai etika, termasuk komersialisasi adzan Maghrib itu sendiri.</p>
<p>Namun sampai di penghujung bulan Ramadhan, sepertinya saya masih menemukan stasiun televisi yang tetap membandel dan tetap menayangkan adzan Maghrib dengan bayang-bayang produk tertentu yang cukup menganggu mata.</p>
<p>Semoga kejadian ini tidak terulang lagi. Bulan suci Ramadhan tahun ini memang sudah pergi, meninggalkan banyak kesan, cerita dan bekal untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Semoga di tahun yang akan datang kita masih bisa merasakan nikmatnya bulan Ramadhan tanpa kerikil-kerikil materialistis yang kiranya tak perlu ada. Kalaupun seandainya masalah-masalah yang seharusnya sudah ‘basi’ terulang lagi, kita berhak melakukan eksekusi dari hal yang paling sederhana : menekan tombol OFF pada remote TV.<strong></strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<blockquote><p><strong> </strong>Sumber info :</p>
<p>http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2011/08/16/93851/Bisnis-Iklan-Adzan-di-Televisi-Disesalkan</p>
<p>http://www.tabloidbintang.com/extra/lensa/15117-mengapa-azan-magrib-saja-dikomersilkan-.html</p>
<p>http://www.youtube.com</p></blockquote>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ntann.wordpress.com/714/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ntann.wordpress.com/714/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ntann.wordpress.com/714/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ntann.wordpress.com/714/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ntann.wordpress.com/714/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ntann.wordpress.com/714/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ntann.wordpress.com/714/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ntann.wordpress.com/714/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ntann.wordpress.com/714/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ntann.wordpress.com/714/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ntann.wordpress.com/714/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ntann.wordpress.com/714/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ntann.wordpress.com/714/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ntann.wordpress.com/714/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ntann.wordpress.com&amp;blog=4264876&amp;post=714&amp;subd=ntann&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ntann.wordpress.com/2011/09/22/softskill-etika-bisnis-komersialisasi-siaran-azan-maghrib/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c4c0ccf8f2eb685136c20202d515a8d2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ntann</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ntann.files.wordpress.com/2011/09/presentation1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Presentation1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>The craziest art for me : Clay</title>
		<link>http://ntann.wordpress.com/2011/09/20/the-craziest-art-for-me-clay/</link>
		<comments>http://ntann.wordpress.com/2011/09/20/the-craziest-art-for-me-clay/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Sep 2011 23:50:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ntann</dc:creator>
				<category><![CDATA[Just Talk Around]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ntann.wordpress.com/?p=700</guid>
		<description><![CDATA[Crayon&#8217;s craft. tempat ini bikin saya berpikir bahwa clay adalah seni yang luarbiasa gila dan menakjubkan.  saya tahu crayon&#8217;s craft ini dari acara jalan-jalan di sebuah stasiun tv, dan sejak itu langsung mencatat baik-baik di otak, bahwa tempat ini wajib dikunjungi kalo berkesempatan liburan ke bandung. Dan kesempatan itu datang lewat sebuah liburan mini yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ntann.wordpress.com&amp;blog=4264876&amp;post=700&amp;subd=ntann&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Crayon&#8217;s craft. tempat ini bikin saya berpikir bahwa clay adalah seni yang luarbiasa gila dan menakjubkan.  saya tahu crayon&#8217;s craft ini dari acara jalan-jalan di sebuah stasiun tv, dan sejak itu langsung mencatat baik-baik di otak, bahwa tempat ini wajib dikunjungi kalo berkesempatan liburan ke bandung.</p>
<p>Dan kesempatan itu datang lewat sebuah liburan mini yang mendadak dan singkat. Walau saat itu lagi heboh-hebohnya trans studio, saya tetep ngotot mau kesini.</p>
<p>well, dari depan sih biasa aja, jadi si crayon&#8217;s craft ini adanya di jalan aceh, tenang banget suasananya, mengingatkan saya sama jalan jaksa di jakarta. hehe . Tempatnya kayak ruko nyempil tapi di pinggir jalan, dengan  dua lantai. Lantai pertama lumayan luas, disana adalah surga buat wanita, terutama buat yang punya waktu luang dan tangannya gak bisa diem.</p>
<p>ada pusat clay, pusat rajut, bikin aksesoris from A to Z, boneka, tas lukis, sulam, pokoknya everything for woman&#8217;s need. dari yang lokal sampe yang impor. komplit. sedangkan lantai dua itu khusus untuk baking and cooking class, yang alat-alat dan bahannya bisa di beli di toko kecil lantai 1. biasanya sih anak-anak yang ikutan kelas masak ini, sementara emak-emaknya kalap belanja bahan kerajinan di lantai 1. hehe</p>
<p>Tapi serius deh, Ibu Yoyong yang punya toko ini pasti jenius banget. Lupa nama aslinya ibu siapa (males googling haha). Pengen deh pinjem tangannya sebentar aja. kreatif banget!</p>
<p>sebelum memutuskan untuk &#8216;mau ngapain gue disini&#8217; saya berkeliling dulu, tapi mata ini puas dan kagum banget sama hasil-hasil clay yang ada di display. harganya juga fantastis bgt, tapi worth it kok. setara banget sama hasilnya yang menjurus sempurna. Berikut beberapa fotonya :</p>
<div id="attachment_701" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://ntann.files.wordpress.com/2011/09/img_4732.jpg"><img class="size-medium wp-image-701" title="IMG_4732" src="http://ntann.files.wordpress.com/2011/09/img_4732.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Replika Ayam Panggang. harganya 1,6 juta. (hmmm...enak nih dicocol sambal terasi! haha)</p></div>
<p><span id="more-700"></span></p>
<div id="attachment_702" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://ntann.files.wordpress.com/2011/09/img_4733.jpg"><img class="size-medium wp-image-702" title="IMG_4733" src="http://ntann.files.wordpress.com/2011/09/img_4733.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Replika tumpeng mini plus lauknya</p></div>
<div id="attachment_705" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://ntann.files.wordpress.com/2011/09/23062011583.jpg"><img class="size-medium wp-image-705" title="23062011583" src="http://ntann.files.wordpress.com/2011/09/23062011583.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Display makanan &#039;mateng&#039; dan sayuran. Kalo kesini jangan pas puasa dan jam makan siang!</p></div>
<div id="attachment_706" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://ntann.files.wordpress.com/2011/09/dsc00035.jpg"><img class="size-medium wp-image-706" title="DSC00035" src="http://ntann.files.wordpress.com/2011/09/dsc00035.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">kue-kue...yummy!</p></div>
<div id="attachment_707" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://ntann.files.wordpress.com/2011/09/img_4715.jpg"><img class="size-medium wp-image-707" title="IMG_4715" src="http://ntann.files.wordpress.com/2011/09/img_4715.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">miniatur kios pasar</p></div>
<div id="attachment_708" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://ntann.files.wordpress.com/2011/09/img_4702.jpg"><img class="size-medium wp-image-708" title="IMG_4702" src="http://ntann.files.wordpress.com/2011/09/img_4702.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">magnet kulkas bentuknya snack...cool!</p></div>
<p><a href="http://ntann.files.wordpress.com/2011/09/23062011577.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-709" title="23062011577" src="http://ntann.files.wordpress.com/2011/09/23062011577.jpg?w=300&#038;h=225" alt="replika gerobak 1" width="300" height="225" /></a></p>
<div id="attachment_710" class="wp-caption alignright" style="width: 310px"><a href="http://ntann.files.wordpress.com/2011/09/23062011573.jpg"><img class="size-medium wp-image-710" title="23062011573" src="http://ntann.files.wordpress.com/2011/09/23062011573.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">di deretan replika kios pasar, tiba-tiba ada poto pak sby. haha</p></div>
<p>waktu itu saya memutuskan untuk ikut kursus. Tapi karena syaratnya harus belanja dulu, jadi sekalian deh beli cat akrilik  buat stok dirumah plus satu set hard tool untuk bikin clay dan sekepal clay polos. setelah diitung-itung ama mbak kasirnya, ternyata saya dapat hadiah kursus 2 jam. lumayannn&#8230;.</p>
<p>saya pun langsung diajarin sama seorang trainer yang namanya mbak maryam. lalu terjadilah percakapan awal yang canggung.</p>
<p>mbak : mau bikin apa? ambil aja contohnya dari display.</p>
<p>saya : sushi?</p>
<p>mbak : untuk pertama kali, bikin aja yang mudah dulu&#8230;</p>
<p>saya kaget. sama kagetnya pas dibilang masih smp-sma ama mbak-mbak salon. hei! saya pernah punya bisnis claystation! dan berprestasi karena jago bikin miniatur donat, dan berhasil membuat gantungan hp upin-ipin yang sangat mirip tuyul gosong!</p>
<p>2 jam yang berharga. masa harus bikin roti prancis kayak bocah di sebelah itu. so simple! maka saya pun mencari-cari display dan mencomot salah satunya.</p>
<p>saya : saya mau yang bikin agak rumit mbak (sombongnya! haha)</p>
<p>si Mbak maryam mengamati miniatur yang saya pilih. gerobak tukang sayur.</p>
<div id="attachment_711" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://ntann.files.wordpress.com/2011/09/img_4692.jpg"><img class="size-medium wp-image-711" title="IMG_4692" src="http://ntann.files.wordpress.com/2011/09/img_4692.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">with mbak maryam</p></div>
<p>kalo dipikir-pikir, selama belajar bikin clay secara otodidak di rumah, secuil sayur pun belom pernah saya bikin. sepertinya ini pilihan tepat. Dan dari belakang, ayah saya berkelakar. &#8220;hati-hati tan, itu contoh displaynya jangan sampe rusak.&#8221; katanya sambil menunjuk ke stiker harga. 600 ribu. saya menelan ludah.</p>
<p>art really precious.</p>
<p>dan sinting.</p>
<p>sambil menggiling adonan wortel dan terong imut, saya coba mengajak ngobrol mbak maryam yang terlihat pendiam. mungkin motonya sedikit bicara, banyak kerja.</p>
<p>saya : mbak. ini yang bikin replika gerobak sayur, sama yang lain-lain itu siapa?</p>
<p>mbak : ya karyawan disini.</p>
<p>saya : mbak juga?</p>
<p>mbak : ya</p>
<p>saya : berapa lama mbak bikin ginian? (kurang sopan yah, gerobak sayur 600ribu saya sebut dengan &#8216;ginian&#8217;)</p>
<p>mbak : seminggu.</p>
<p>saya : wow lama juga yah. dulu mbak di-training buat bikin clay berapa lama?</p>
<p>mbak : seminggu.</p>
<p>saya : wow cepet banget mbak! keren!</p>
<p>aneh. dua pertanyaan saya di jawab sama. seminggu. dan reaksi saya berbeda. lama banget dan cepet banget. haha. tapi kayaknya si mbak ini emang serius banget kalo ngajarin. saya aja yang ndablek. terbiasa belajar sendiri, jadinya malah ngotot kalo diajarin. gak terima kalo ide saya ditentang, dan bikin mbak maryam terdiam lebih lama. sepertinya dia lagi nahan kesel. hehehe&#8230;i&#8217;m so sorry mbaaak! kayak masalah bikin pisang ijo aja, dia langsung menyusun ulang pisang yang udah saya rangkai.</p>
<p>saya sempat mau protes, tapi akhirnya gak jadi. abis, emang lebih bagus sih pas dia yang rangkai. haha -__-</p>
<p>udah gitu sok banget lagi, saya gak mau bikin yang remeh-temeh macam tahu,telur,kacang panjang.dll</p>
<p>saya : mbak aku mau minta ajarin bikin ikan asin itu.</p>
<p>mbak : oh. itu harus ada cetakan dan pake resin.</p>
<p>saya : kalo gitu&#8230;hmm&#8230;ajarin bikin pete deh!</p>
<p>mbak : oh. kalo itu harus pake clay thailand. soalnya mudah retak.</p>
<p>and the story goes, waktu dan kesempatan membuat saya harus bikin sayuran yang sekilas tampak remeh temeh. this is it!</p>
<div id="attachment_712" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://ntann.files.wordpress.com/2011/09/dsc00081.jpg"><img class="size-medium wp-image-712" title="DSC00081" src="http://ntann.files.wordpress.com/2011/09/dsc00081.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Jreng jrenggg!</p></div>
<p>well&#8230;setelah dua jam yang melelahkan, saya pun menghasilkan ini.</p>
<p>kakak saya langsung ketawa pas liat. &#8221; dua jam cuma dapet segitu??&#8221;</p>
<p>hmm&#8230;saya sendiri sebenernya kurang puas sih&#8230;tapi puas banget karna dapet ilmu, tips dan hal2 yang mungkin gak akan saya dapet kalo saya tetep dengan aliran otodidak sok-tahu. ternyata yang bikin makan waktu adalah pencampuran warna yang berulang2 supaya mirip aslinya, preparation yang bener-bener jaga banget supaya clay jangan kering dan retak pas dibentuk, sampe ke dramatisasi bentuk. kayak bopeng2 di wortel tuh ada tekniknya&#8230;trus sempet kaget pas liat mba maryam lari ke belakang dan pulang-pulang bawa sikat buluk. tanpa ngomong apa-apa dia langsung gosok2in sikat itu ke atas adonan bulat. dan terbentuklah tekstur kasar yang khas untuk kembang kol. trus cara bikin daun yg nempel diatas tomat juga unik banget.dan yang lucunya, pas saya balik ke kasir untuk minta wadah plastik dan solasi, orang2 kasir yang sedang nganggur tampak sibuk tangannya.</p>
<p>saya : apan tuh mbak?</p>
<p>mbak : (tangan sibuk milin2 clay wana putih.) ohh&#8230;ini lagi bikin bawang putih.</p>
<p>wow. produktif banget!</p>
<p>yah, walau singkat. Tapi berharga lah. mencoba sesuatu yang berbeda saat liburan. it&#8217;s fun and meaningful <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>oyaa&#8230;ini beberapa contoh clay yang pernah saya bikin. ada yang bareng temen-temen dari claystation, ada juga yang single project.<br />
yah,harganya blum sampe se-bombastis bikinan bu yoyong n fam sih&#8230;namanya juga amatiran dan butuh banyak banget proses belajar</p>
<p><a href="http://ntann.files.wordpress.com/2011/09/presentation11.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-730" title="Presentation1" src="http://ntann.files.wordpress.com/2011/09/presentation11.jpg?w=692" alt=""   /></a></p>
<div id="attachment_731" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://ntann.files.wordpress.com/2011/09/presentation12.jpg"><img class="size-medium wp-image-731" title="Presentation12" src="http://ntann.files.wordpress.com/2011/09/presentation12.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">walau order terselesaikan dengan hasil : upin-ipin item kayak tuyul, doraemon-doremi KW2, dan seabrek ketidakmiripan lainnya, tapi ini seru banget bikinnya sama tim claystation. miss that moment :&#039;)</p></div>
<div id="attachment_732" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://ntann.files.wordpress.com/2011/09/dsc00083.jpg"><img class="size-medium wp-image-732" title="DSC00083" src="http://ntann.files.wordpress.com/2011/09/dsc00083.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">sok tau nyobain clay impor yang di-oven. GOSONG! T____T *nangis darah. but it looks like cookies, right?</p></div>
<div id="attachment_733" class="wp-caption aligncenter" style="width: 471px"><a href="http://ntann.files.wordpress.com/2011/09/dsc01682.jpg"><img class="size-large wp-image-733 " title="DSC01682" src="http://ntann.files.wordpress.com/2011/09/dsc01682.jpg?w=461&#038;h=614" alt="" width="461" height="614" /></a><p class="wp-caption-text">they are really sweet...and dangerous. you know what i mean :p</p></div>
<div id="attachment_736" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://ntann.files.wordpress.com/2011/09/dsc00070.jpg"><img class="size-medium wp-image-736" title="DSC00070" src="http://ntann.files.wordpress.com/2011/09/dsc00070.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">someday...pengen buat miniatur bakul sayur kayak yg dibuat mbak maryam</p></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ntann.wordpress.com/700/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ntann.wordpress.com/700/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ntann.wordpress.com/700/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ntann.wordpress.com/700/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ntann.wordpress.com/700/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ntann.wordpress.com/700/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ntann.wordpress.com/700/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ntann.wordpress.com/700/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ntann.wordpress.com/700/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ntann.wordpress.com/700/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ntann.wordpress.com/700/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ntann.wordpress.com/700/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ntann.wordpress.com/700/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ntann.wordpress.com/700/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ntann.wordpress.com&amp;blog=4264876&amp;post=700&amp;subd=ntann&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ntann.wordpress.com/2011/09/20/the-craziest-art-for-me-clay/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c4c0ccf8f2eb685136c20202d515a8d2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ntann</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ntann.files.wordpress.com/2011/09/img_4732.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_4732</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ntann.files.wordpress.com/2011/09/img_4733.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_4733</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ntann.files.wordpress.com/2011/09/23062011583.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">23062011583</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ntann.files.wordpress.com/2011/09/dsc00035.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">DSC00035</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ntann.files.wordpress.com/2011/09/img_4715.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_4715</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ntann.files.wordpress.com/2011/09/img_4702.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_4702</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ntann.files.wordpress.com/2011/09/23062011577.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">23062011577</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ntann.files.wordpress.com/2011/09/23062011573.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">23062011573</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ntann.files.wordpress.com/2011/09/img_4692.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_4692</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ntann.files.wordpress.com/2011/09/dsc00081.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">DSC00081</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ntann.files.wordpress.com/2011/09/presentation11.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Presentation1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ntann.files.wordpress.com/2011/09/presentation12.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Presentation12</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ntann.files.wordpress.com/2011/09/dsc00083.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">DSC00083</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ntann.files.wordpress.com/2011/09/dsc01682.jpg?w=768" medium="image">
			<media:title type="html">DSC01682</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ntann.files.wordpress.com/2011/09/dsc00070.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">DSC00070</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>[Dibalik layar] Cerpen Horor-Thriller yang Mengandung Kontroversi : The Next Shift</title>
		<link>http://ntann.wordpress.com/2011/09/20/dibalik-layar-cerpen-horor-thriller-yang-mengandung-kontroversi-the-next-shift/</link>
		<comments>http://ntann.wordpress.com/2011/09/20/dibalik-layar-cerpen-horor-thriller-yang-mengandung-kontroversi-the-next-shift/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Sep 2011 11:51:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ntann</dc:creator>
				<category><![CDATA[Book-Lova]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ntann.wordpress.com/?p=681</guid>
		<description><![CDATA[&#8221;The Next Shift&#8221; ini cerita pendek yang dibuat ditengah-tengah crowded-nya persiapan ujian utama semester kemaren. Awalnya sihh&#8230;.pengen aja buat cerpen tentang Lab, yang mana udah jadi rumah dan keluarga kedua selama ini. Dan kenapa harus horor?? awalnya cuma pengen nakut-nakutin ka wina aja plus sebagai dedikasi untuk kakak-kakak yang mau lulus waktu itu *gesekan biola [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ntann.wordpress.com&amp;blog=4264876&amp;post=681&amp;subd=ntann&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<p style="text-align:center;"><strong>&#8221;The Next Shift&#8221;</strong></p>
<p style="text-align:center;">ini cerita pendek yang dibuat ditengah-tengah crowded-nya persiapan ujian utama semester kemaren. Awalnya sihh&#8230;.pengen aja buat cerpen tentang Lab, yang mana udah jadi rumah dan keluarga kedua selama ini.<br />
Dan kenapa harus horor??<br />
awalnya cuma pengen nakut-nakutin ka wina aja plus sebagai dedikasi untuk kakak-kakak yang mau lulus waktu itu *gesekan biola<br />
btw cerpen ini terinspirasi dari 60% kisah nyata, dan sisanya hanya imajinasi yang suka muncul tak diundang. Check it out! <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:center;"><strong>Tokoh Utama :</strong></p>
<p style="text-align:center;">- Kak Tika sebagai Saya / Tutor</p>
<p style="text-align:center;"><strong>Tokoh Pendukung :</strong></p>
<p style="text-align:center;">- Kak Yogi sebagai KP<br />
- Kak Wina<br />
- Kak Silfi<br />
- Pak Office Boy</p>
<p style="text-align:center;"><strong>Tokoh figuran magabut (makan-gaji-buta) :</strong></p>
<p style="text-align:center;">- Okta , ola ,dan irma</p>
</blockquote>
<p><span style="color:lightskyblue;"><br />
</span></p>
<p style="text-align:center;"><strong>THE NEXT SHIFT</strong></p>
<p>Saya masih ragu untuk menaiki tangga. Sementara hujan bergemuruh dibelakang sana. Seorang Office Boy terlihat menuruni anak tangga satu persatu seraya menyeret perlengkapan kebersihannya. Menatap saya datar.“Ketinggalan lagi?”<br />
Saya tersenyum kecut. “Iya Pak..hehe.”<br />
Bapak itu hanya geleng-geleng kepala. “Hati-hati.” katanya pelan sambil berlalu.<br />
Seolah tak ada apa-apa.<br />
tapi saya tahu ada <em>sesuatu</em> disana.</p>
<p style="text-align:center;">*****</p>
<p style="text-align:center;">
<p><span id="more-681"></span><br />
“Oke. Ini penyelesaian soal pertama tadi. Sekarang ada yang tau rumus deret ukur??” saya kembali melempar pertanyaan yang sama untuk kedua kalinya. Alih-alih menjawab pertanyaan, mereka malah ribut sendiri, terlihat bosan belajar. Hari sudah malam, dan mereka ingin segera pulang.</p>
<p>Saya hanya menghela nafas. Mencoba menenangkan mereka. Sepertinya performa saya sedang buruk malam ini, karena gagal menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Mungkin terlalu lelah bekerja seharian. Tapi ah&#8230;.siapa itu yang berani tidur di tengah pelajaran? Saya menatap tajam seorang anak yang duduk sendirian di sudut paling belakang. Kepalanya tertunduk dalam.<br />
Kurang ajar.</p>
<p>Saya segera meraih mik, hendak mempermalukan anak itu sampai tiba-tiba Yogi melambaikan tangan di belakang meja asisten, meminta saya untuk ke situ sebentar.</p>
<p>“Dipercepat bahas materinya. Udah malem, ujan lagi. kasian anak-anaknya&#8230;”<br />
“Kasian anak-anaknya apa acara Big Brother udah mulai, Gi??” Saya melirik jam dinding. Melihat Yogi yang tersipu malu, berarti dugaan saya tepat 100%. Kalau gak percaya bisa di buktikan pake metode distribusi normal.</p>
<p>“Pssst&#8230;tolong jangan ribut ya! mau cepet pulang kan?”<br />
Saya kembali berjalan menuju papan tulis, menuliskan beberapa rumus. Suara gaduh kembali membuat saya tidak nyaman. Dengan cepat saya membalikkan badan.</p>
<p>Tapi anak-anak nakal itu tengah menatap papan tulis. Beberapa tertangkap sedang asik mengobrol sambil berbisik.</p>
<p>Saya melemparkan pandangan ke arah meja asisten. Hanya ada Yogi yang tengah sibuk searching entah film-horor-indonesia yang mana lagi. Irma dan Viola yang cengengesan sendiri menatap artis korea favorit mereka di netbook dengan headset tertancap mantap di telinga. Sesekali kedua bocah yang kerap lupa sikon itu menggoyangkan badannya mengikuti irama. Sementara Wina dan Okta menelungkupkan wajahnya di meja. Mencuri-curi tidur dengan gaya (sok) imut sambil memeluk gembolan masing-masing.</p>
<p>Baiklah. Pikir saya. Segera selesaikan materi ini kemudian pulang.<br />
Tapi baru beberapa detik saya menulis di papan, terdengar lagi suara gaduh itu. Suara riuh kelas bercakap-cakap dan bergumam dengan keras. Entah kenapa ada rasa enggan untuk menoleh. Tapi karena suara itu semakin menganggu, saya pun kembali membalikkan badan.</p>
<p>Anak-anak itu tampak sibuk menulis dengan tenang. Saya mengedarkan pandangan ke penjuru ruangan, menyapu satu persatu wajah anak-anak itu, dan saat itu juga saya tak melihat anak yang tertunduk tidur di sudut belakang.<br />
Kemana dia?<br />
Oh toilet. Pasti ke toilet.</p>
<p>Asisten di belakang mulai sibuk berbenah, membereskan isi tas mereka. Mulai merapikan isi meja yang seharian amburadul dan penuh barang. Yogi sudah berdiri dengan map kelasnya.<br />
Waktu saya hampir habis.</p>
<p style="text-align:center;">*****</p>
<p>“OH S#@*!!!” Saya melempar tas begitu saja di atas motor, dan bergegas lari ke gedung 5. Tergesa-gesa menaiki tangga dan disambut kegelapan total.</p>
<p>Perfect. Lampu sudah dimatikan.</p>
<p>Lantai 2 terlewati, saya terus memacu kecepatan naik ke lantai 3. Keringat dingin yang sudah membasahi punggung sejak tutor tadi benar-benar menandakan saya harus beristirahat penuh malam ini.</p>
<p>Anak tangga terakhir sudah terlihat dan tiba-tiba terlihat seseorang tengah duduk di mulut tangga, membaca buku. saya yang keheranan melihat sekeliling. Lantai ini masih terang benderang. beberapa orang duduk di lantai. Sibuk membaca atau menulis-nulis sesuatu. Seorang Office Boy tua terlihat menyeret sapunya turun melalui tangga seberang.</p>
<p>Masih ada lab yang buka ya? pikir saya saat melewati beberapa pintu, sesekali mencoba mengintip.</p>
<p>Fiuh sampai juga. Saya meraih gagang pintu dan menariknya pelan. Menyalakan lampu dan buru-buru berlari ke lemari. Benar saja. Kunci motor terkutuk itu tertinggal di sudut. Saya berjalan menuju pintu keluar, meraih tombol lampu saat tiba-tiba terdengar suara setengah serak.</p>
<p>“cepat matikan. sekarang giliran kami bukan?”</p>
<p>DEG! Jantung saya serasa terjun dari tempatnya. Klik. Telunjuk saya spontan menekan tombol lampu. Kegelapan sontak merayap.</p>
<p>Detik berikutnya, saya membatu dengan jemari bergetar masih menempel di saklar lampu. Hanya bisa membeku saat terdengar denyitan loker-loker yang ditutup, sayup-sayup suara langkah kaki berderap ke arah kursi-kursi praktikum. Disusul gesekan kertas dan hentakan spidol yang diketukkan di papan.</p>
<p>Sampai sekarang saya tak tahu bagaimana caranya bisa keluar dari tempat itu.</p>
<p style="text-align:center;">*****</p>
<p>Hujan turun makin deras. Sifat ceroboh kembali mengantar saya ke depan gedung ini. Lampu-lampu di sekitar kampus mulai mati satu persatu. Baru juga menaiki satu anak tangga, saya memilih untuk berbalik pulang. Ah, udahlah. Cuma buku yang ketinggalan.</p>
<p>Tapi kuis besok gimana ya?</p>
<p>“TIKA!!!” seseorang berteriak begitu nyaring di belakang saya. Wina berlari-lari kecil sambil melempar payungnya ke lantai. “Tika!! BB gue ketinggalan di laci!! please please pleaseeeeee temenin ke atas!”</p>
<p>Saya tertawa kecil. “Udah besok aja Win pagi-pagi. Gak akan ilang BB lo.”</p>
<p>Mata Wina membulat. “HARI INI KITA JAGA TERAKHIR CUY! ayo cepetan mumpung belum dikunci!!”</p>
<p>Wina menarik tangan saya untuk kembali ke tangga, tapi saya tak bergeming. Saya tak sanggup kesana lagi di saat-saat begini.<br />
Tiba-tiba seseorang terlihat berlari-lari menerobos hujan.<br />
“Bego deh&#8230;masa kunci kost-an gue ketinggalan!”<br />
“Naahh kebetulan! sana ambil BB lo bareng Yogi!”</p>
<p>Wina segera mengejar Yogi yang berlari menaiki tangga. Sementara saya hanya melambaikan tangan sambil berteriak “HATI-HATI!” lalu balik kanan jalan, menuju tempat parkir.</p>
<p>Tapi baru juga beberapa langkah, terlihat sesuatu yang mengejutkan saya. Di dekat toilet saya bertemu dengan Silfi dan&#8230;.</p>
<p>“Yogi??? tadi kan lo sama&#8230;sama&#8230;Wina?!”</p>
<p>Yogi dan Silfi saling berpandangan. “Apaan sih Tik? ini gue terpaksa nungguin Silfi pipis, gara-gara kunci kost-an gw kebawa di tempat pensilnya!” ujarnya sambil manyun, lalu berlari pulang menerobos hujan.</p>
<p>Saya hanya tertegun. Bengong tak tahu harus berbuat apa. Baru tersadar saat Silfi yang masih disitu menepuk-nepuk pipi saya.</p>
<p>“Napa lo Tik? kayak abis liat setan?? gue nebeng ampe depan dong!”</p>
<p>Saya terkesiap kaget. Menatap Silfi dari ujung kepala ke ujung kaki. Lalu cepat-cepat pergi dari situ, tak peduli dengan teriakannya yang panik karena ditinggal sendirian.</p>
<p>Saya tak bisa mempercayai siapa-siapa disini. Saya takut terjebak.</p>
<p>Tapi&#8230;.Wina gimana ya? ah saya tak sanggup naik ke atas untuk melihatnya.</p>
<p>Karena sekarang giliran <em>mereka</em>. Saya hanya tak ingin mengusik.</p>
<p style="text-align:center;">-fin-</p>
<blockquote>
<p style="text-align:center;">    Ketika cerpen ini dibaca para tokoh2nya, banyak komentar bermunculan. Dari yang ngerasa takut, serem,sebel karna lagi2 saya bikin cerpen ending gantung, dan…lucu banget bikin ngakak (yang bilang lucu, orangnya abnormal, gausah disebutin disini!)</p>
<p style="text-align:center;">sebenernya ide dasar dari cerita pendek ini ya, pengalaman saya sendiri. waktu itu, hari jumat saya kebagian tutor malem, gantiin si mae. gak tau karena gak biasa tutor malem, apa udah capek juga jaga lab dari pagi,atau faktor2 X lainnya, ya kejadian persis kayak di cerita itu. lagi konsen nulis, tiba2 kayak ngerasa mahasiswanya ribuuut banget, padahal enggak. pas liat di meja asisten, pada sibuk sendiri dan gak mungkin sumber keberisikan itu dari mereka.</p>
<p style="text-align:center;">baru-baru ini, pas saya udah mulai-mulai lupa ama tu kejadian, ola bilang kalo itu sama kayak salah satu adegan di film bangku kosong. (masa iya? jadi pgn nonton!)</p>
<p style="text-align:center;">Trus, kalo lagi jalan menuju gerbang kampus pas malem-malem, suka iseng aja ngeliatin gedung-gedung kampus dari luar, masih ada yang nyala gak lampunya….oh itu keliatan lampu di lab masih nyala, berarti OB lagi nyapuin. Trus tiba-tiba mikir gini : Pas OB selesai dengan tugasnya, matiin lampu dan turun ke bawah,apa sih yang terjadi dalam sana? apa ada kehidupan lain sesudah kita? apa ada aktivitas yang sama kayak kita? pertanyaan ini udah muncul dari dulu kalo misalnya lagi nginep, trus ngebayangin gini : Rumah kan kosong sekarang. Apa iya benar-benar kosong? pengen deh coba-coba telpon ke rumah. Apa ada yang angkat?</p>
<p style="text-align:center;">Imajinasi saya memang kerap beleber kemana-mana. Naluri anak bungsu yang sejak kecil main ibu-ibuan sendiri. hehe</p>
<p style="text-align:center;">Trus, reaksi yg lumayan bikin kaget dateng dari kak tika, senior yang saya seret jadi tokoh utamanya. btw, kenapa harus ka tika?  soalnya ka tika ini orangnya tangguh,maskulin, dan gak pernah nunjukin kepanikan yang lebayy hehe..</p>
<p style="text-align:center;">Kaget aja pas dia bilang : Kenapa musti gini sih ceritanya, gue kan sering balik lagi ke lab malem-malem kalo helm gue ketinggalan. Tapi alhamdulillah selama ini gak pernah ada yang aneh-aneh. sial nih jadi takut gue…” ditambah lagi ada senior lain yang bilang kalo cerita ganjil tentang lab di malam hari ini agak mirip sama cerita temennya di lab Biiippp *sensor :p</p>
<p style="text-align:center;">Wow. sepertinya saya punya six sense. hahaha</p>
<p style="text-align:center;">Dan pas diminta-dibujuk rayu untuk bikin terusannya, saya menolak. Takut semuanya jadi kenyataan, entar yang ada parno, kemana-mana minta anterin dan bakal ngaruh ke produktivitas kerja di lab.</p>
<p style="text-align:center;">Tapi yang jelas, paling enggak cerpen ini bikin saya, mereka dan kita semua untuk lebih hati-hati, gak teledor, dan bertoleransi dengan alam tetangga. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
</blockquote>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ntann.wordpress.com/681/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ntann.wordpress.com/681/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ntann.wordpress.com/681/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ntann.wordpress.com/681/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ntann.wordpress.com/681/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ntann.wordpress.com/681/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ntann.wordpress.com/681/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ntann.wordpress.com/681/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ntann.wordpress.com/681/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ntann.wordpress.com/681/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ntann.wordpress.com/681/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ntann.wordpress.com/681/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ntann.wordpress.com/681/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ntann.wordpress.com/681/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ntann.wordpress.com&amp;blog=4264876&amp;post=681&amp;subd=ntann&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ntann.wordpress.com/2011/09/20/dibalik-layar-cerpen-horor-thriller-yang-mengandung-kontroversi-the-next-shift/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c4c0ccf8f2eb685136c20202d515a8d2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ntann</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
