Category Archives: Book-Lova

Buku bukan hanya jendela ilmu, tapi batu asahan terbaik di dunia yg membuat ‘pisau’ semakin tajam! according to me, that’s the real meaning of book

[Dibalik layar] Cerpen Horor-Thriller yang Mengandung Kontroversi : The Next Shift

[Dibalik layar] Cerpen Horor-Thriller yang Mengandung Kontroversi : The Next Shift

”The Next Shift”

ini cerita pendek yang dibuat ditengah-tengah crowded-nya persiapan ujian utama semester kemaren. Awalnya sihh….pengen aja buat cerpen tentang Lab, yang mana udah jadi rumah dan keluarga kedua selama ini.
Dan kenapa harus horor??
awalnya cuma pengen nakut-nakutin ka wina aja plus sebagai dedikasi untuk kakak-kakak yang mau lulus waktu itu *gesekan biola
btw cerpen ini terinspirasi dari 60% kisah nyata, dan sisanya hanya imajinasi yang suka muncul tak diundang. Check it out! :)

Tokoh Utama :

- Kak Tika sebagai Saya / Tutor

Tokoh Pendukung :

- Kak Yogi sebagai KP
- Kak Wina
- Kak Silfi
- Pak Office Boy

Tokoh figuran magabut (makan-gaji-buta) :

- Okta , ola ,dan irma


THE NEXT SHIFT

Saya masih ragu untuk menaiki tangga. Sementara hujan bergemuruh dibelakang sana. Seorang Office Boy terlihat menuruni anak tangga satu persatu seraya menyeret perlengkapan kebersihannya. Menatap saya datar.“Ketinggalan lagi?”
Saya tersenyum kecut. “Iya Pak..hehe.”
Bapak itu hanya geleng-geleng kepala. “Hati-hati.” katanya pelan sambil berlalu.
Seolah tak ada apa-apa.
tapi saya tahu ada sesuatu disana.

*****

Read the rest of this entry

Kiblat

Kiblat

well – oh- well, disini saya tidak akan bicara tentang kiblat dalam teknis agama.
kemaren, setelah hampir seminggu ketiduran di tumpukan fotokopian buat UAS (yang gak menghasilkan mimpi indah sekalipun).
tiba-tiba jadi kangen nulis. kayaknya sejak kuliah jadi gak produktip lagi. ehh…pas lagi asik nulis, tiba-tiba kepikiran, sebetulnya kiblat saya dalam menulis itu SIAPA yahh??

saya gak punya idola yang tetap untuk itu. mungkin lebih tepatnya, terlalu banyak pilihan untuk menetapkan : the one and only.

novel pertama yang saya baca di kelas 4 SD dan langsung fallin’ in love at the first sight : LUPUS.
saat itu saya boro-boro ngerti soal kehidupan lupus yang bandel dan SMA banget (iyalah, jaman SD dulu kan masih jahiliyah banget :p) tapi saya suka liat ilustrasi covernya. suka cara Hilman mendeskripsikan ruang, waktu dan tokoh dengan bebas dan tanpa beban. LUPUS menjadi bacaan wajib saya sampai SMP. setelah LUPUS mulai langka dan banyak yang ilang2an, saya berpaling ke OLGA, masih karangan Hilman juga. sejak itu saya jadi suka nulis yang berbau komedi, dengan tokoh sentral yang cuek dan atraktif. LUPUS masih saya baca sampe sekarang. bukunya udah pada kuning-kuning kemakan usia. nah, beranjak dewasa sedikit, saya mulai hobi baca buku-buku bergenre gak jelas. apakah komedi, romatis atau drama. intinya agak-agak butuh mikir sedikit.
Read the rest of this entry

Gantung-menggantung? it’s OKE!

Gantung-menggantung? it’s OKE!


saya suka menulis. menulis apa saja. tentang apa saja.
sebenarnya waktu kecil saya lebih suka menulis dan menggambar, daripada membaca.
bahkan lulus TK, saya belum bisa membaca.

saya suka menulis. menulis apa saja. tentang apa saja.
yang asyik. heroik. romantik. mistik. unik. menggelitik.

tapi kebiasaan jeleknya, kalo nulis cerpen, paling hobi memajang ending yang bikin si pembaca jatuh gedubrak,atau depresi sendiri karena saya selalu menggantungkan ujung cerita saya di udara layaknya jemuran seprei yang belum kering. atau imbasnya, akan selalu dihujani pertanyaan seragam.
” ini endingnya gimana sih maksudnya??”

“yaa…gitu deh!” jawab saya seenak udel sambil cengengesan. mungkin terlihat gila, tapi maaf, saya hanya ingin membuat anda agak berpikir sedikit.

saya tau membuat tulisan dalam bentuk prosa atau cerpen atau novel itu susah. ide memang mengalir terus seiring gerakan lincah jari-jemari, tapi waktu, tenaga dan pikiran sangat menyita.
Read the rest of this entry

The Death of Economy, Buku Kontroversi dari Dalam Laci

The Death of Economy, Buku Kontroversi dari Dalam Laci

DSC01906

Beberapa bulan yang lalu, buku itu masih bersemayam dengan tenang di laci saya, bergabung bersama beberapa diktat ekonomi dan manajemen keluaran lama lainnya. Buku-buku yang telah menguning itu sekardus banyaknya, diberikan oleh seorang Tante. Itu semua buku yang pernah ia pakai saat kuliah dulu.

Lumayanlah, untuk tambahan referensi dalam membuat tugas.

Read the rest of this entry

Maryamah Karpov, Tetralogi yang belum selesai

Maryamah Karpov, Tetralogi yang belum selesai

DSC00313

Setelah Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, dan Edensor, akhirnya Maryamah Karpov lahir juga. Buku ini memang sudah terbit sejak akhir tahun 2008 lalu. Tapi karena sibuk kasak-kusuk dengan deadline tugas dan ujian akhir semester, saya baru sadar dan membelinya sekitar dua bulan yang lalu, di sebuah toko buku diskon…

Jujur, dari covernya saja saya sudah mengira-ngira bakal menyediakan sekotak tisu untuk teman membaca, karena desainnya yang suram dan melankolis. Apalagi ringkasan di bagian belakang yang menyiratkan hal serupa. Kesimpulan sementara, seri terakhir dari Laskar Pelangi ini akan menguras emosi dan air mata pembacanya.

But, don’t ever judge something from the cover….
Read the rest of this entry