Believe it or not : Menunggu di Bandara mempertajam intuisi

Believe it or not : Menunggu di Bandara mempertajam intuisi

Bisa nyetir gak sih ? ya B 154 LAH !

Jam tangan menunjukan pukul setengah 12 malam.

tapi menunggu di airport tak pernah semenarik ini. Sejak saya berpikir untuk mengasah kemampuan analisa dan ketajam indera keenam.

Agak berlebihan, dan kurang kerjaan memang. Tapi disaat cemilan habis, majalah sudah dibaca semua dan semua batre gadget merengek ingin tidur di tengah malam seperti ini, hanya mata dan otak yang masih setia menemani.

Lupakan tentang jam berapa kerabat anda datang, soal keterlambatan pesawat dan seabrek kejadian tak terduga yang biasa terjadi di negeri ‘serba terlambat’ ini.

Just look around YOU.

seperti kata turis asing, orang indonesia luar biasa ramahnya. baru menginjakan kaki di luar bandara, belasan lelaki dengan rokok mengepulkan asap di selipan bibir mereka, akan berebut membawakan tas, menawarkan untuk naik ke mobil carteran, atau mobil-mobil apalah.

sementara taksi dan bis damri menunggu rejeki mereka dengan sabar.

sepertinya belum pernah lihat supir taksi yang ikutan promo seperti :

“Mari kakak, taksinya dicoba dulu…”

atau,

“taksi Gamya-nya paak…borobudur taksi-nya ibu…! tarif lamaaa!”

back to reality.

Rata-rata supir-supir mobil carteran ini duduk bergerombol. Dan saya perhatikan, sepertinya yang mereka incar adalah pribumi, orang-orang timur tengah, dan arab. Soalnya, seorang bule wanita mendorong trolly-nya seorang diri, bisa dengan santainya berjalan di tengah lorong, menunggu taksi. Tak seorang abang supir pun yang menyerbu.

Apakah bule tersebut mempunyai kekuatan magis sehingga bisa lolos dari jeratan supir mobil?

Atau abang-abang supir malas mengeluarkan kemampuan berbahasa inggrisnya yang lumayan? (lumayan sedikit, cuma bisa yes dan no.)

Ah, bukan urusan saya.

Bosan mengamati tingkah supir-supir yang sibuk mengobrol dengan bahasa daerah masing-masing, mari lanjutkan ke-kurang-kerjaan ini.

mari amati mesin minuman otomatis yang merupakan barang langka di jakarta. biasanya cuma ada di spot-spot tertentu, macam di bandara dan halte transjakarta. Tapi yang di halte trans agak merepotkan yah, kita harus menukar uang dengan kupon/kartu pada mbak2 yang jaga, kemudian baru masukin kartunya ke dalam mesin dan pilih apa yang mau dibeli.

Kalo indonesia memang belum siap untuk mesin-mesin otomatis yang menuntut kejujuran seperti ini, lupakan saja.

Menurut saya, tak ada yang lebih otomatis dan praktis selain pergi ke warung atau minimarket terdekat, menukarkan uang yang saya punya dengan sebotol minuman dingin. Mereka lebih rendah hati. Uang receh, uang lecek dan hampir sobek atau penuh bertuliskan nomor-nomor aneh, mereka mau menerima. Tak seperti mesin angkuh yang sombong ini.

Menolak receh, dan harganya bisa 3 kali lipat pula.

yayaya..Sebut saya orang yang tak menerima kemajuan teknologi. Never mind.

Dan mesin minuman itu masih berdiri manis, memandangi saya.

Ah. sudah jam 12 lewat. Penumpang sudah turun, tapi pasti masih berdiri berjejalan di depan ‘meja jalan’ yang mengantarkan barang bawaan mereka. Girang bukan main saat melihat koper dengan seabrek pita terikat (biar gampang dikenali) meluncur lambat mendekati si empunya.Kalau saja koper-koper atau kardus-kardus itu bisa mengadu dan merengek, pasti mereka akan memeluk tuan mereka masing-masing :

“tuaaan…tuan harus tahu betapa sempitnya berjejalan di dalam sana! duduk disebelah sekardus terasi madiun. Amboiii…” keluh si koper baju berwarna coklat.

“Tuann…badanku remuk rasanya, sudah di X-Ray, di banting kesana kemari..cepat bawa aku pulang!” rengek si kardus kerupuk bangka.

Haha…lucu juga membayangkannya. Hmm tapi omong-omong soal kardus, disinilah saatnya mengasah intuisi indera keenam kita.

“Hmm…orang itu pasti baru pulang dari palembang!”

“kok tau?”

“Karena dia bawa kardus mpek-mpek pak raden!”

betul kan? hehe..nih, berikut adalah serangkaian hasil peramalan saya :

Ciri-ciri baru pulang dari bali :

kulit kecoklatan, pake kacamata gede,tanktop/kemeja pantai, hot pants,bawa kardus KRISNA – toko oleh-oleh terkenal di Bali atau JOGER – Kaos khas bali

Ciri-ciri baru pulang dari medan :

Bawa bolu meranti dan paketan bika ambon. nyumm…

Ciri-ciri baru pulang dari jogja :

bawa-bawa sekardus bakpia dan besek gudeg (buat makan di mobil ceritanya).

Ciri-ciri baru pulang dari dinas (swasta) :

Pake batik, bawa tas ransel, tangan kanan bawa paper bag oleh-oleh, tangan kiri megang hp di kuping

Ciri-ciri baru pulang dari dinas (PNS) :

pake baju safari berkantung,tas pundak/tas jinjing emak2 , troli penuh dengan kardus oleh-oleh makanan, baju, dan mainan buat anak di rumah.

Ciri-ciri penumpang pesawat sadar fashion :

pake baju ala artis, high heels, selendang melambai-lambai, kacamata besar, dan berjalan membelah koridor bak peragawati, bunyinya tok..tok..tok.. menarik koper yang ada rodanya dan tangan kanannya megang gelas kopi mahal.

Ciri-ciri penumpang apa adanya :

Pake celana sedengkul, kaos belel, rambut acak-acakan. Berjalan sempoyongan karena jetlag dan kurang tidur sambil menarik koper, celingukan nyari jemputan. (rata-rata orang seperti ini sudah sangat sering naik pesawat, jadi santai aja. Ngapain ribet mikirin fashion, toh turun dari pesawat langsung masuk mobil)

Ciri-ciri orang yang jemput kerabat/keluarga :

-siang hari : yang dijemput satu orang, yang menjemput bisa sekeluarga besar. Biasanya anak-anak ngotot ingin ikut karena berharap bisa liat pesawat dan mengambil jatah oleh-oleh duluan. yah minimal bisa jajan donat lah di bandara…

- malam hari : kadang polanya sama, sekeluarga besar ikut menjemput semua, tapi karena ini malam hari, kesadaran fashion menurun drastis. ibu-ibunya pakai daster setelan celana untuk tidur (atasnya pakai jaket), bapak-bapaknya pake kaos butut dan celana selutut (mungkin habis jemput, langsung cuci kaki-tangan dan tidur. :p)

Ada juga yang agak normal, pake celana jins, jaket , sesekali melihat jam, bersandar di kursi dengan terkantuk-kantuk, mata jelalatan mencari hal-hal unik pengusir kantuk.

ITU SAYA! :)

Believe it or not : Semudah itukah membuat buku?

Believe it or not : Semudah itukah membuat buku?

  101 cara menjadi kaya. 1000 tips mendapatkan jodoh yang baik. 55 hari menjadi pengusaha makmur. 80 cara menempuh kehidupan bahagia. 76 cara mengusir makhluk halus.50 cara menjalani hari tua yang sehat dan sejahtera.

it’s like a bullshit, but if they have braveness to write this kind of book, isn ‘t that means they have experience ?

sebelumnya saya minta maaf untuk buku yang telah saya jadikan sampel, karena menjadi sampel bukan berarti anda contoh yang buruk, (meskipun itu juga belum berarti menjadi contoh yang baik)

Entah genre apa untuk sebutan buku-buku diatas. saya menyebutnya sebagai buku tips-tips-an. Bagi yang hobi jalan-jalan ke toko buku, pasti pernah menemukan genre buku seperti ini. dari yang di toko buku ternama dengan harga yang lumayan (sebanding dengan buku best seller) sampai di kios loak dengan kondisi berdebu dan saat ditanya “ini berapaan bang?” jawab si penjual “se-ikhlasnya aja neng. panglaris.”

ironis.

Buku yang ‘penuh ilmu’, penuh tafsiran ‘unik, janggal,mistis’ dengan judul menggoda untuk segera dibaca (tapi tak bisa karena kadang terbungkus plastik) adalah kunci besar dari pertanyaan besar : MENGAPA BUKU SEPERTI INI MASIH EKSIS DARI ZAMAN TELEPON BENANG SAMPAI FACEBOOK LAHIR KE DUNIA?

Selama masih ada yang mau berbagi ‘hal-hal yang tidak kita dapatkan di sekolah’.

selama masih ada penerbit yang tertarik.

selama masih ada masalah di kehidupan yang harus disembuhkan dengan ‘tips-tips-an’

selama masih ada yang peduli. (minimal, membaca judulnya. soal beli atau tidak, terserah.)

selama masih ada hal remeh-temeh yang bisa dituangkan menjadi buku.

selama masih ada rasa penasaran.

Buku ber-genre seperti ini tak akan goyah tertempa waktu, sekalipun orang-orang modern sudah sebodo amat dengan problema hidup mereka.

by the way, saya akan menulis buku dengan judul : 1 cara mengatasi gangguan asap rokok di mikrolet. Cara tersebut adalah : Jangan berpergian menggunakan mikrolet.

Tapi sesederhana itukah?

Well, believe it or not.

Jangan nonton “Running Man” !

Jangan nonton “Running Man” !

RUNNING MAN.

aduuuh, korea-korea’an macam apaan lagi tuh? kok presenternya banyak banget sih 8 orang lebih? kok mereka ngomong semua sih berisik banget?

kok ada yg mukanya blo’on sih? kok ada yang marah-marah mulu kerjaannya?

kok mereka ketawa terus sih? apa yang lucu?

Ini acara apa sih sebenernya!?

Itu adalah segudang pertanyaan yang ada di pikiran saya saat ditawari nonton Running Man pertama kali. Kesan pertama adalah : MALES. melihat presenternya yang berisik, subtitle dan tulisan2 kecil yang bertebaran di setiap kali mereka bicara. Wajah dan nama mereka pun sulit dihapal karena jumlahnya yang banyak.

Tapi mungkin sebaiknya sejak awal saya menolak ajakan teman saya itu. Jangan pernah memulai untuk nonton Running Man, karena itu malah membuat ketagihan.

This variety show is danger, seriously.

Mungkin sekarang kalo mau tau definisi dan deskripsi acara ini ada banyak banget infonya di google, wikipedia, kaskus dan blog-blog korea lovers yang bertebaran. Tapi izinkan saya untuk mendeskripsikan dengan bahasa sendiri.

Running Man adalah sebuah variety show korea yang mengusung konsep fun games, bisa out-door dan in-door tergantung tema setiap episode. Dulu, waktu episode 1 sampai belasan konsepnya masih teratur, satu episode terdiri dari sekian jenis games, yaitu : hide and seek, leisure tea time, 1 vs 8 , dan games2 seru lainnya. pemenang dari setiap games, akan dapat  running ball yang bisa meyelamatkan mereka dari hukuman yang akan diundi di akhir acara. Hukumannya pun terhitung sadis untuk public figure seperti mereka, seperti pulang dari lokasi syuting naik kendaraan umum dengan hot pants (untuk yang cewek biasanya gak pake hot pants, tapi mukanya dicoret-coret). Sementara tim yang menang, boleh pulang duluan dengan senang hati.

That’s it.

Tidak ada hadiah secara materi untuk para pemenang, tapi mereka tetap total dalam menjalankan permainan.

Tapi, setelah episode sudah mencapai 30-an (sekarang udah 70 episode) konsep mereka agak berubah dan lebih kreatif. Misalnya, game hide and seek yang dulunya ke-8 member+ 2 bintang tamu membelah diri jadi 2 tim dan saling main petak umpet, sekarang ke-8 member yang harus mencari siapa bintang tamu hari itu. Ada banyak permainan yang sulit dideskripsikan, yang pasti saya mengacungkan banyak jempol untuk tim kreatifnya.

Oya…ini adalah ke-8 presenter yang saya bilang berisik tadi. Sebenarnya mereka adalah 8 member tetap dari acara ini.  Check it out !

1. Yoo Jae Suk

Biasa dipanggil Jae Suk, atau Yooruce Willis. Sesuai dengan gelarnya sebagai ‘The National MC’ di korea, Jae Suk dijadikan leader MC untuk acara ini (yang berhak ngumumin siapa yang menang-kalah dan menjelaskan permainan ke pemirsa) sekaligus leader untuk setiap tim yang ia masuki. Di kehidupan nyata, Jae Suk ini memang dikenal sebagai MC kondang dan pelawak. Makanya jangan heran, kalo meskipun bintang tamu sebuah episode ganteng-ganteng dan cantik-cantik, para warga korea yang ada di tempat syuting lebih suka meneriaki dan histeris melihat Jae Suk.

Read the rest of this entry

pieces of mind # 1

pieces of mind # 1

Suatu hari saya pernah membaca sebuah kalimat yang indah sekali.

Allah punya 3 pilihan jawaban atas setiap doa kita.

jawaban yang pertama adalah : Ya.

jawaban yang kedua adalah : tidak.

jawaban yang ketiga adalah : Aku punya sesuatu yang lebih baik daripada yang kau minta.

pernah gak sih, dalam berdoa kita selalu ngotot? sengotot kita saat meminta sesuatu pada orangtua kita?
Read the rest of this entry

[Softskill Etika bisnis] Materi dan teori Etika bisnis

[Softskill Etika bisnis] Materi dan teori Etika bisnis

Secara sederhana yang dimaksud dengan etika bisnis adalah cara-cara untuk melakukan kegiatan bisnis, yang mencakup seluruh aspek yang berkaitan dengan individu,perusahaan, industri dan juga masyarakat.

kesemuanya ini mencakup bagaimana kita menjalankan bisnis secara adil sesuai dengan hukum yang berlaku dan tidak tergantung pada kedudukan individu ataupun perusahaan di masyarakat.

Etika bisnis lebih luas dari ketentuan yang diatur oleh hukum bahkan merupakan standar yang lebih tinggi dibandingkan standar minimal ketentuan hokum karena dalam kegiatan bisnis seringkali kita temukan wilayah abu-abu yang tidak diatur oleh ketentuan hukum. Read the rest of this entry

[STUPID] English conversation :Bule VS Tukang Mi ayam

[STUPID] English conversation :Bule VS Tukang Mi ayam

Sambil menunggu dosen yang belum datang, 3 bocah bodoh yang udah stand by duduk di barisan depan iseng membuat permainan yang tak kalah bodohnya : Main sandiwara2an pake bahasa inggris. Tanpa script, tanpa latihan, percakapan amburadul yang berlangsung sekitar 15 menitan itu spontan bikin perut kram dan rahang kaku. HERE WE GO!

“Bule vs Tukang Mi Ayam”

Pemain :

Intan (I) sebagai bule nyasar

Ola (O)sebagai pemilik kedai mi ayam

Mae (M) sebagai..sebagai apa sih, asisten tukang mi ayam kali? kebanyakan ketawa aja kerjaaannya!

I : Excuse me…assalammualaikum! (cengkok arab yang faseh)

O : waalaikumsalam! what can I do for you?

I : I’m so hungry. I want to eat!

O : we provide chicken noodle with meatballs and…pangsit apaan dah tan bahasa inggrisnya? Read the rest of this entry

Softskill Etika Bisnis : Komersialisasi Siaran Azan Maghrib

Softskill Etika Bisnis : Komersialisasi Siaran Azan Maghrib


Bulan suci Ramadhan memang telah berlalu. Namun kontroversi mengenai hal yang satu ini masih terngiang-ngiang dan terasa menggantung proses penyelesaiannya.

 

Komersialisasi azan maghrib.
Setelah bertahun-tahun lamanya bulan Ramadhan datang, sepertinya baru pada Ramadhan tahun ini, para produsen produk mencium adanya  ladang emas yang menganggur pada tayangan berdurasi 3-5 menit ini. Terang saja, menurut survey Nielsen Newsletter edisi 30 Agustus 2010 lalu, penonton TV selama Ramadhan naik 21 persen dibanding hari-hari biasa. Saat menjelang dan setelah buka puasa (16.00-19.00) jumlah pemirsa TV naik 28 persen menjadi rata-rata 10 juta orang.
Read the rest of this entry

The craziest art for me : Clay

The craziest art for me : Clay

Crayon’s craft. tempat ini bikin saya berpikir bahwa clay adalah seni yang luarbiasa gila dan menakjubkan.  saya tahu crayon’s craft ini dari acara jalan-jalan di sebuah stasiun tv, dan sejak itu langsung mencatat baik-baik di otak, bahwa tempat ini wajib dikunjungi kalo berkesempatan liburan ke bandung.

Dan kesempatan itu datang lewat sebuah liburan mini yang mendadak dan singkat. Walau saat itu lagi heboh-hebohnya trans studio, saya tetep ngotot mau kesini.

well, dari depan sih biasa aja, jadi si crayon’s craft ini adanya di jalan aceh, tenang banget suasananya, mengingatkan saya sama jalan jaksa di jakarta. hehe . Tempatnya kayak ruko nyempil tapi di pinggir jalan, dengan  dua lantai. Lantai pertama lumayan luas, disana adalah surga buat wanita, terutama buat yang punya waktu luang dan tangannya gak bisa diem.

ada pusat clay, pusat rajut, bikin aksesoris from A to Z, boneka, tas lukis, sulam, pokoknya everything for woman’s need. dari yang lokal sampe yang impor. komplit. sedangkan lantai dua itu khusus untuk baking and cooking class, yang alat-alat dan bahannya bisa di beli di toko kecil lantai 1. biasanya sih anak-anak yang ikutan kelas masak ini, sementara emak-emaknya kalap belanja bahan kerajinan di lantai 1. hehe

Tapi serius deh, Ibu Yoyong yang punya toko ini pasti jenius banget. Lupa nama aslinya ibu siapa (males googling haha). Pengen deh pinjem tangannya sebentar aja. kreatif banget!

sebelum memutuskan untuk ‘mau ngapain gue disini’ saya berkeliling dulu, tapi mata ini puas dan kagum banget sama hasil-hasil clay yang ada di display. harganya juga fantastis bgt, tapi worth it kok. setara banget sama hasilnya yang menjurus sempurna. Berikut beberapa fotonya :

Replika Ayam Panggang. harganya 1,6 juta. (hmmm...enak nih dicocol sambal terasi! haha)

Read the rest of this entry

[Dibalik layar] Cerpen Horor-Thriller yang Mengandung Kontroversi : The Next Shift

[Dibalik layar] Cerpen Horor-Thriller yang Mengandung Kontroversi : The Next Shift

”The Next Shift”

ini cerita pendek yang dibuat ditengah-tengah crowded-nya persiapan ujian utama semester kemaren. Awalnya sihh….pengen aja buat cerpen tentang Lab, yang mana udah jadi rumah dan keluarga kedua selama ini.
Dan kenapa harus horor??
awalnya cuma pengen nakut-nakutin ka wina aja plus sebagai dedikasi untuk kakak-kakak yang mau lulus waktu itu *gesekan biola
btw cerpen ini terinspirasi dari 60% kisah nyata, dan sisanya hanya imajinasi yang suka muncul tak diundang. Check it out! :)

Tokoh Utama :

- Kak Tika sebagai Saya / Tutor

Tokoh Pendukung :

- Kak Yogi sebagai KP
- Kak Wina
- Kak Silfi
- Pak Office Boy

Tokoh figuran magabut (makan-gaji-buta) :

- Okta , ola ,dan irma


THE NEXT SHIFT

Saya masih ragu untuk menaiki tangga. Sementara hujan bergemuruh dibelakang sana. Seorang Office Boy terlihat menuruni anak tangga satu persatu seraya menyeret perlengkapan kebersihannya. Menatap saya datar.“Ketinggalan lagi?”
Saya tersenyum kecut. “Iya Pak..hehe.”
Bapak itu hanya geleng-geleng kepala. “Hati-hati.” katanya pelan sambil berlalu.
Seolah tak ada apa-apa.
tapi saya tahu ada sesuatu disana.

*****

Read the rest of this entry